Langkah Strategis Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Program Prioritas Presiden

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 10:36 31 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2/2026).

Rapat koordinasi nasional tersebut diikuti oleh seluruh unsur kementerian dan lembaga, para gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, serta forum koordinasi pimpinan daerah dari seluruh Indonesia. Total peserta yang hadir mencapai 4.011 orang.

Rakornas ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk bersatu dalam upaya menghapus kemiskinan di Indonesia.

Presiden juga memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang telah berjalan dan akan terus diperkuat, antara lain swasembada pangan, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan cek kesehatan gratis, serta program makan bergizi gratis.

Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pesan Presiden memberikan dorongan kuat bagi kepala daerah untuk lebih fokus pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menambahkan bahwa melalui Rakornas ini, para kepala daerah mendapatkan arahan untuk menumbuhkan semangat bela negara serta komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung penuh seluruh program prioritas yang dicanangkan Presiden, dengan penekanan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, Jawa Tengah berkomitmen mendukung target nasional, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan pencapaian swasembada pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui integrasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Untuk mendukung program prioritas nasional tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah strategi lintas sektor. Di bidang pangan, arah pembangunan tahun 2026 difokuskan untuk mengukuhkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional melalui peningkatan produktivitas, rehabilitasi irigasi, serta pengamanan produksi. Target yang ditetapkan meliputi produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling dan jagung sebesar 3,7 juta ton.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, melampaui angka nasional yang berada di 5,04 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan pertumbuhan melalui penguatan sektor unggulan, kemandirian desa, pengendalian inflasi, ketahanan sumber daya alam dan lingkungan, serta mitigasi bencana.

Strategi ekonomi tersebut juga dibarengi dengan kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah pada Agustus 2025 tercatat menurun menjadi 4,66 persen. Berbagai program disiapkan, antara lain pengembangan petani milenial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian dan nelayan, hilirisasi sumber daya alam, revitalisasi balai latihan kerja, program pemagangan, kewirausahaan, serta kolaborasi dengan sektor industri.

Pada sektor pendidikan dan kesehatan, strategi yang diterapkan meliputi pembangunan dan revitalisasi sekolah, pengembangan sekolah menengah kejuruan berasrama, sekolah unggulan, serta perluasan Sekolah Rakyat. Sementara di bidang kesehatan, fokus diarahkan pada peningkatan layanan dokter spesialis keliling, dukungan program cek kesehatan gratis, pemenuhan tenaga kesehatan, serta penguatan peran kader posyandu.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan strategi di bidang infrastruktur dan tata ruang melalui pengembangan 10 wilayah pengembangan dan 10 aglomerasi ekonomi baru. Fokus kebijakan ini meliputi hilirisasi pertanian, reforma agraria, penyediaan perumahan, penanganan kawasan permukiman kumuh, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. (*)

LAINNYA