Pemerintah Pusat Tunjuk Semarang Jadi Lokasi Proyek PSEL, Pemkot Siapkan Lahan TPA Jatibarang

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 13:15 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah pusat resmi memilih Kota Semarang sebagai satu dari delapan lokasi proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) nasional tahap kedua. Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan program PSEL tahap pertama di Bali pada 8 Juli 2026 lalu. Peresmian tersebut berlangsung setelah tim pusat menyeleksi sejumlah daerah, termasuk Kota Bekasi dan Bogor Raya yang juga akan menyusul dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan bahwa Veolia Environmental Service Asia (Veolia) terpilih sebagai mitra untuk proyek PSEL Semarang tahap kedua ini. Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menunjuk perusahaan tersebut untuk mengelola dan mengembangkan fasilitas PSEL di Kota Semarang.

“Berdasarkan evaluasi, setiap lokasi telah memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan. Mitra terpilih yang menerima Notice of Award bersifat conditional dan tunduk pada seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku. Ini merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengelola dan pengembang setelah persyaratan dipenuhi seluruhnya,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih menunggu kepastian dari pihak pemenang tender yang akan memegang kendali operasional PSEL tersebut. Sembari menunggu tahapan administrasi selesai, Pemkot Semarang bergerak cepat menyiapkan lahan strategis beserta akses jalan masuk menuju calon lokasi proyek.

“Kami masih menunggu siapa pemenang proyek PSEL apakah tetap dipegang perusahaan asal Prancis tersebut untuk mengelola di Kota Semarang. Sedangkan lahan sudah disiapkan persis di sebelah TPA Jatibarang. Memang elevasinya masih tinggi dan perlu adanya penataan lahan dan pengaturan elevasi lahan untuk akses jalan masuk dan sebagainya. Dan ini masih berproses semuanya,” imbuhnya.

Dukungan penuh juga datang dari jajaran pimpinan daerah untuk merealisasikan proyek infrastruktur hijau ini.

“Ibu walikota juga menyiapkan anggaran untuk penataan lahan dan jalan aksesnya,” lanjutnya.

Pemkot Semarang telah mengalokasikan lahan seluas kurang lebih 6 hektare untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan standar kebutuhan proyek nasional tersebut.

“Kebutuhan lahan memang 5-6 hektare untuk proyek PSEL. Selain itu Pemkot juga melakukan pengangkutan sampah ke TPA. Serta mengalokasikan anggaran untuk penataan infrastruktur akses masuk, sedangkan untuk biaya konstruksi akan menjadi tugas pemenang mitra PSEL nanti yang terpilih,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA