Kolaborasi Jateng–Shiga, Rawa Pening Diusulkan sebagai Pilot Project

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Feb 2026 17:32 10 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kolaborasi dengan Prefektur Shiga, Jepang, dalam berbagai sektor, salah satunya penataan Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Delegasi Prefektur Shiga di Kantor Gubernur, Rabu (11/2/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025.

Sebelum bertemu gubernur, delegasi Shiga telah meninjau langsung kawasan Rawa Pening dari hulu hingga hilir. Mereka juga menerima pemaparan mengenai kondisi terkini dan berbagai tantangan yang dihadapi danau tersebut.

Rawa Pening memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, sekaligus penopang ekonomi masyarakat sekitar. Namun, danau ini menghadapi sejumlah persoalan seperti sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali, serta pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang telah terjalin lama. Saat ini, kerja sama diarahkan pada kemitraan yang saling menguntungkan dan berorientasi pada masa depan.

“Kami ingin hubungan ini memberi manfaat bagi kedua pihak. Kebutuhan Jepang bisa kami dukung, dan potensi Jawa Tengah juga dapat memberikan kontribusi bagi Jepang,” ujarnya.

Menurutnya, penataan Rawa Pening bukan sekadar program lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi internasional dinilai penting untuk menjaga kelestarian sekaligus produktivitas danau.

Kerja sama tersebut juga telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), termasuk di bidang pengembangan energi terbarukan dan investasi dari Jepang ke Jawa Tengah.

“Green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas. Jepang memiliki pengalaman lebih maju di bidang tersebut dan akan kami manfaatkan,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng bahkan mendorong Rawa Pening menjadi pilot project dengan dukungan hibah dan alih teknologi dari Prefektur Shiga, yang berpengalaman dalam pengelolaan Danau Biwa, danau terbesar di Jepang.

Kepala Seksi Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Prefektur Shiga, Takeshi Tominaga, menilai terdapat kesamaan karakteristik antara Jawa Tengah dan Shiga, terutama karena keduanya memiliki kawasan danau yang menjadi isu lingkungan strategis.

“Lingkungan menjadi kata kunci dalam kerja sama internasional. Jawa Tengah dan Shiga sama-sama memiliki danau, sehingga ada potensi kolaborasi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menegaskan, kunjungan ini merupakan langkah awal menuju kerja sama konkret setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan, pembahasan kerja sama mencakup lima klaster utama, yakni pengelolaan sampah dan limbah, konservasi daerah aliran sungai dan danau, pengembangan ekonomi berbasis lingkungan, infrastruktur dan pariwisata air, serta investasi sektor lingkungan dan energi.

“Kedua pihak sepakat melakukan investigasi awal, membentuk joint task force, dan menyiapkan forum lanjutan sebagai tindak lanjut kerja sama,” jelas Sakina.

Selain meninjau Rawa Pening, delegasi Shiga juga dijadwalkan melihat sejumlah kawasan ekonomi di Jawa Tengah untuk menjajaki peluang investasi lainnya. (*)

LAINNYA