Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Semarang Segera Diperbaiki, Gubernur Serahkan Bantuan Rp20 Juta

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Feb 2026 09:21 30 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung rumah tidak layak huni (RTLH) milik Hartato, warga Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Rumah berukuran sekitar 8 x 12 meter itu dihuni empat orang. Kondisinya memprihatinkan, dengan lantai masih berupa tanah, dinding dari papan kayu dan gedek, serta rangka atap yang sudah lapuk dan sering bocor saat hujan. Rumah tersebut juga belum memiliki kamar mandi, sehingga untuk mandi dan buang air, penghuni harus menumpang ke rumah tetangga.

Saat memasuki rumah, Gubernur menginjak lantai tanah yang masih lembap sambil mengamati setiap sudut bangunan, termasuk atap yang mulai rapuh.

“Kalau hujan gimana, Pak?” tanya Gubernur kepada Hartato.

“Kalau hujan deras, miring, Pak. Kadang bocor juga,” jawab Hartato pelan didampingi istri dan anaknya.

Gubernur kemudian menunjuk dinding kayu yang terlihat tidak rata. “Ini sudah harus permanen. Kalau dibiarkan bahaya,” ucapnya.

Luthfi menegaskan, rumah tersebut akan segera diperbaiki melalui program RTLH pada 2026. Perbaikan mencakup pembangunan dinding permanen, penggantian rangka dan penutup atap, plester lantai, serta pembangunan kamar mandi. Ukuran rumah juga akan disesuaikan menjadi 7 x 9 meter agar lebih kokoh dan layak huni.

Pada kesempatan itu, Hartato menerima bantuan simbolis sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumahnya.

“Sudah, nanti bapak yang tenang. Kita buat permanen, lantainya diplester, atap diganti, kamar mandi harus ada. Rumah itu harus aman dan sehat,” tegasnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari percepatan penanganan RTLH di Jawa Tengah, agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang layak dan bermartabat.

Hartato mengaku senang atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah senang sekali mendapatkan bantuan RTLH. Pak Gubernur juga memberikan bantuan sembako serta alat sekolah untuk anak kami,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini belum mampu memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi.

“Kalau hujan deras rasanya was-was, karena kondisi rumah sudah doyong (miring). Semoga nanti setelah diperbaiki lebih nyaman,” ucapnya. (*)

LAINNYA
x