Dinas Pendidikan Kota Semarang Pastikan Pelaksanaan MBG Berjalan Baik dan Perkuat Akses Pendidikan Inklusif

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Apr 2026 07:50 6 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM— Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik di berbagai jenjang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, program MBG di jenjang PAUD, SD, hingga SMP berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

“Sejauh ini pelaksanaan MBG berjalan dengan baik. Kami juga telah melakukan monitoring, dan siswa dapat merasakan manfaat dari program tersebut,” ujar M. Ahsan.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat laporan keluhan terkait kualitas makanan yang diberikan di sekolah-sekolah negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Meski demikian, pelaksanaan MBG diakui belum menjangkau seluruh satuan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana pendukung yang masih dalam tahap pengembangan. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program tersebut tidak bersifat wajib.

“Tidak ada paksaan dalam pelaksanaan MBG, baik bagi sekolah negeri maupun swasta. Partisipasi dilakukan secara sukarela,” tegasnya.

Selain pelaksanaan MBG, Dinas Pendidikan Kota Semarang saat ini juga tengah mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat ini, proses masih berada pada tahap asesmen awal sebagai bagian dari pra-SPMB.

M. Ahsan menjelaskan bahwa kebijakan SPMB tahun ini diperkuat melalui tahapan pra-SPMB, pelaksanaan SPMB, serta pasca-SPMB, dengan fokus pada penguatan afirmasi bagi peserta didik.

Kuota bagi ABK digabung dengan kuota afirmasi untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Adapun estimasi kuota tersebut sekitar 20 persen untuk jenjang SD dan 25 persen untuk jenjang SMP, yang bersifat kumulatif dan akan disesuaikan kembali.

Dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang optimal, Dinas Pendidikan juga menyiapkan berbagai skema layanan bagi ABK, baik melalui sekolah inklusi dengan pembelajaran klasikal maupun layanan individual, termasuk homeschooling. Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar ABK tercatat hampir mencapai 300 peserta. Penempatan peserta didik nantinya akan disesuaikan dengan hasil asesmen lanjutan guna memastikan layanan pendidikan yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh masyarakat. (*)

LAINNYA