Ribuan Warga Padati Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, Bangkitkan Wisata dan Ekonomi Surakarta

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 09:23 4 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut meramaikan prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta, pada Selasa malam (16/6/2026).

Ribuan warga terlihat sangat antusias menyaksikan setiap tahapan ritual budaya yang sarat makna tersebut.

Sumarno memandang kirab malam 1 Suro lebih dari sekadar ritual tahunan. Menurutnya, tradisi turun-temurun ini menjadi wujud nyata pelestarian warisan budaya Jawa, sekaligus motor penggerak pariwisata dan roda perekonomian daerah.

“Kami dari Pemprov Jateng mengapresiasi Pura Mangkunegaran, karena ini merupakan bagian dari nguri-uri (melestarikan) budaya dan tradisi,” kata Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari masyarakat yang membanjiri rute kirab membuktikan daya tarik tradisi budaya masih sangat kuat meskipun zaman terus berkembang.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga menjadi pemicu pergerakan ekonomi di Kota Surakarta,” ujarnya.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X memberikan instruksi pemberangkatan untuk memulai kirab pusaka sekitar pukul 20.00 WIB.

Para abdi dalem kemudian membawa enam pusaka Mangkunegaran berkeliling kota setelah pusaka-pusaka tersebut melewati ritual jamasan (pembersihan).

Peserta mengarak lima tombak dan satu pusaka di dalam kotak kaca (jodang). Ribuan peserta berjalan kaki tanpa alas kaki dan melakukan laku tapa bisu (berjalan dalam keheningan total) selama prosesi berlangsung.

Untuk rutenya, rombongan kirab bertolak dari Pura Mangkunegaran menuju Ngarsopuro lewat Jalan Diponegoro. Rombongan lalu menyusuri Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, sebelum akhirnya kembali ke titik awal di Pura Mangkunegaran.

Acara tahun ini sukses menarik sekitar 10.000 tamu undangan dan melibatkan 2.500 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari keluarga besar Mangkunegaran, masyarakat umum, aparatur pemerintah, sampai tokoh-tokoh publik nasional.

Sumarno menegaskan bahwa upaya pelestarian tradisi oleh Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran sangat selaras dengan visi Pemprov Jateng dalam merawat kebudayaan lokal.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Kasunanan maupun Mangkunegaran menjadi bagian dari program pemerintah Jawa Tengah juga. Karena itu kegiatan-kegiatan budaya seperti ini terus kita fasilitasi dan dukung,” katanya.

Selain menonton kirab, masyarakat juga antusias menunggu momen perebutan air jamasan pusaka di akhir acara. Warga sangat meyakini bahwa air sisa pembersihan pusaka tersebut mengandung keberkahan tersendiri.

Marimin (54), salah seorang warga yang hadir, mengaku rela berdesakan demi mendapatkan air jamasan tersebut.

“Tadi ambil air jamasan. Buat minum, mencari berkah dari sini,” tuturnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA