Pemda Jateng Borong Bus Listrik, Prabowo Apresiasi Langkah Ahmad Luthfi

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 05:39 1 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis, 9 April 2026.

Peresmian ini menjadi penanda penguatan industri kendaraan listrik dalam negeri sekaligus langkah nyata mendorong transisi menuju energi bersih dan kemandirian energi nasional.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Prabowo menilai kehadiran VKTR menjadi bagian strategis dalam upaya industrialisasi nasional, terutama di sektor energi dan transportasi.

Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada pemerintah daerah di Jawa Tengah yang telah melakukan pemesanan puluhan unit bus listrik. Presiden berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh daerah lain dengan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.

“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah. Katanya Pemerintah Daerah di Jawa Tengah sudah pesan beberapa puluh bus. Kita harapkan dari pemerintah daerah lain juga akan bersikap dan membeli produk bangsa kita sendiri, produk Tanah Air,” ujar Prabowo.

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa fasilitas di Magelang memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit bus dan truk listrik setiap tahun, dengan peluang pengembangan hingga 10.000 unit per tahun.

Menurutnya, kapasitas tersebut menjadi pijakan awal untuk masuk ke pasar kendaraan komersial nasional yang sangat besar, dengan jumlah bus sekitar 280 ribu unit dan truk mencapai 6,5 juta unit.

Ia juga menegaskan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

“Kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi menjadi kendaraan listrik, ini bisa menghemat buat Indonesia sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anindya menyebut bahwa pengembangan kendaraan listrik bukan semata-mata urusan bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun industri otomotif nasional berbasis energi ramah lingkungan. Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah mencapai 40 persen pada 2025 dan ditargetkan mendekati 60 persen pada tahun ini.

Keberadaan fasilitas perakitan di Magelang diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Selain membuka peluang bagi industri komponen lokal, fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi industri penggerak yang mendorong tumbuhnya sektor pendukung serta investasi baru di bidang manufaktur kendaraan listrik.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan berbagai dukungan untuk program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, mulai dari penyediaan 283 unit SPKLU di 179 titik di Jawa Tengah dan DIY, pemberian insentif pajak kendaraan, penyusunan regulasi penggunaan kendaraan listrik, hingga penyiapan tenaga kerja terampil melalui politeknik, sekolah vokasi, dan SMK. (*)

LAINNYA