Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Bukti Nyata Kerukunan di Kota Semarang

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 18:58 2 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Ribuan warga memadati ruas jalan dari Balai Kota hingga Simpang Lima untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh, Minggu, 26 April 2026. Sebanyak 1.500 peserta turut ambil bagian dalam parade budaya lintas agama yang menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai ini tidak hanya melibatkan umat Hindu, tetapi juga diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan umat beragama, organisasi keagamaan, hingga para penghayat kepercayaan.

“Wajah Kota Semarang hari ini menghadirkan kesetaraan yang menjadi kekuatan sosial. Pawai Ogoh-Ogoh ini mengandung refleksi tentang upaya manusia membersihkan diri dari sifat negatif guna menjaga keseimbangan hidup. Kehadiran nilai ini dalam ruang lintas agama menjadi komitmen bersama untuk merawat harmoni kota,” ujarnya.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya empat Ogoh-Ogoh utama yang didukung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Semarang, Kendal, dan Jepara. Arak-arakan semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian seperti Beleganjur, Barongsai, Rebana, hingga Topeng Ireng di sepanjang jalur pawai.

Agustina menegaskan, kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan keberhasilan Kota Semarang dalam menjaga toleransi. Hal itu dibuktikan dengan raihan peringkat ketiga nasional dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis SETARA Institute.

“Capaian ini menjadi anugerah luar biasa bagi Semarang sebagai kota metropolitan yang sangat heterogen. Ini membuktikan bahwa di tengah kompleksitas kota besar, warga Semarang mampu menjadi teladan toleransi bagi seluruh Indonesia,” tegasnya.

Saat rombongan tiba di Simpang Lima, suasana semakin hangat ketika Agustina mengajak masyarakat memahami filosofi Warak Ngendok, ikon akulturasi budaya khas Semarang. Simbol perpaduan naga, kambing, dan unta itu menjadi bukti bahwa kerukunan telah lama menjadi bagian dari identitas kota.

Menurutnya, berbagai karnaval keagamaan yang rutin digelar, mulai dari Dugderan hingga Karnaval Paskah, telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Semarang.

“Kita buktikan bahwa Semarang selalu damai, kondusif, dan siap untuk terus maju,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga mengajak masyarakat menyambut Semarang Night Carnival (SNC) yang akan digelar pada 2 Mei mendatang dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang. Event bertaraf internasional itu akan menghadirkan delegasi dari Jepang, Korea, Belanda, hingga Maroko.

“Mari kita jaga terus semangat ini dan jadikan perbedaan sebagai energi kolaborasi. Mari kita jadikan Semarang sebagai tuan rumah bersama yang nyaman dan rukun bagi semua,” pungkasnya. (*)

LAINNYA