Bisyaroh Penghafal Al-Qur’an dari Pemprov Jateng Tingkatkan Semangat Santri

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 07:56 22 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Program tali asih atau bisyaroh bagi para penghafal Al-Qur’an yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan dampak positif. Bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mampu memotivasi para santri untuk semakin giat mendalami Al-Qur’an.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan mauidhah hasanah dalam acara Haul dan Haflah Khotmil Quran di PPTQ Quantum Qolbu, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu, 3 Mei 2026.

Menurut Taj Yasin, banyak penerima program yang merasakan langsung manfaat dari bisyaroh tersebut. Bahkan, apresiasi juga datang dari para orang tua santri.

Ia menceritakan pengalamannya ketika didatangi salah seorang wali santri asal Papua yang menyampaikan rasa terima kasih. Awalnya, ia mengaku heran, namun kemudian mengetahui bahwa anak dari wali santri tersebut merupakan salah satu penerima bisyaroh dari Pemprov Jawa Tengah.

“Orang tuanya sempat terkejut saat anaknya memiliki tambahan uang saku. Setelah ditelusuri, ternyata itu berasal dari program bisyaroh penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.

Gus Yasin menegaskan, program ini diberikan tanpa membedakan asal daerah santri. Siapa pun yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz di Jawa Tengah berhak menerima tali asih sebesar Rp1 juta.

“Program ini terbuka bagi semua, baik santri asal Jawa Tengah maupun luar daerah. Setiap yang menyelesaikan hafalan 30 juz akan mendapatkan bisyaroh sebesar Rp1 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, Al-Qur’an memiliki peran besar dalam kehidupan umat, sehingga dukungan terhadap para penghafalnya menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa.

Berdasarkan data yang dimilikinya, setiap tahun terdapat sekitar 2.000 santri di Jawa Tengah yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun berkomitmen untuk terus mengalokasikan anggaran guna mendukung program tersebut.

Salah satu penerima bisyaroh, Nisvia Nurlaila, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia mengaku penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.

“Penghargaan ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus mempelajari Al-Qur’an,” tuturnya.

Nisvia sendiri menuntaskan hafalan 30 juz dalam waktu tujuh tahun. Sementara rekannya, Khairani, berhasil menyelesaikannya dalam tiga tahun. Saat ini, keduanya tengah menempuh pendidikan di MA NU Darussaadah Kebumen.

Program bisyaroh ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung lahirnya generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak mulia. (*)

LAINNYA