Kenali Gejala Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Bisa Ganggu Pernapasan

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 08:35 10 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan dapat menyerang saluran pernapasan. Penyakit tersebut diketahui dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru apabila tidak segera ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berasal dari kontak dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi virus. Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menghirup partikel debu yang telah terkontaminasi virus dari lingkungan yang kotor.

Menurutnya, gejala awal hantavirus umumnya mirip flu biasa sehingga sering tidak disadari masyarakat. Beberapa gejala yang dapat muncul di antaranya demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual, hingga muntah. Namun pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas, hingga gangguan pernapasan serius akibat infeksi pada paru-paru.

Dinas Kesehatan meminta masyarakat tidak panik berlebihan, tetapi tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Warga diimbau rutin membersihkan rumah, memastikan tidak ada sarang tikus, menjaga sirkulasi udara, serta menyimpan makanan di tempat tertutup guna mencegah keberadaan hewan pengerat.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus, terutama gudang, loteng, atau ruangan yang lama tidak digunakan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko paparan virus melalui udara.

Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit zoonosis. Puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Semarang diminta aktif memberikan sosialisasi terkait gejala hantavirus dan penanganan awal jika ditemukan kasus yang mencurigakan.

Belakangan ini, hantavirus menjadi perhatian di sejumlah daerah karena kasusnya mulai mendapat sorotan publik. Meski demikian, para ahli menyebut penyebaran hantavirus berbeda dengan COVID-19 karena sebagian besar penularannya berasal dari hewan pengerat dan bukan antar manusia. (*)

LAINNYA