Mohammad Saleh Dukung Trans Jateng Gunakan Bus Listrik untuk Transportasi Ramah Lingkungan

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 10:41 15 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menghadirkan bus listrik untuk armada Trans Jateng. Langkah ini bertujuan untuk memodernisasi transportasi massal agar lebih ramah lingkungan.

Saleh menilai langkah tersebut sangat positif untuk menciptakan sistem transportasi publik yang efisien, modern, dan minim emisi gas buang di wilayah Jawa Tengah.

“Pengembangan bus listrik merupakan langkah yang baik untuk mendukung transportasi massal yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya di Semarang.

Saat ini, Pemprov Jawa Tengah sedang menyiapkan 14 unit bus listrik khusus untuk membuka koridor baru Trans Jateng rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang. Pemerintah menargetkan armada baru ini mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

​Pemerintah tidak hanya membuka koridor baru, tetapi juga mengalokasikan 14 unit bus listrik lainnya untuk meremajakan armada Trans Jateng yang beroperasi di koridor Bawen–Kota Semarang.

Saleh memandang inisiatif ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan dan menekan tingkat polusi udara.

Meski demikian, ia turut mengingatkan pemerintah agar segera menyiapkan infrastruktur pendukung. Hal ini sangat penting supaya operasional bus listrik nantinya bisa berjalan dengan maksimal.

​Oleh karena itu, Saleh mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun berbagai fasilitas penunjang, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis.

“Kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting. Jangan sampai armada sudah tersedia, tetapi fasilitas pendukungnya belum memadai,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Ia juga menyoroti perlunya pemerintah melakukan kajian mendalam mengenai skema pengadaan dan operasional bus listrik. Langkah ini akan memastikan implementasi armada baru tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. Saat ini, pemerintah masih terus mengkaji skema tersebut untuk menemukan model penerapan terbaik.

Menurutnya, kehadiran transportasi massal berbasis listrik ini berpotensi besar mengurangi angka kemacetan dengan cara menarik minat masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum.

“Kalau transportasi publik semakin nyaman dan modern, masyarakat tentu akan lebih tertarik menggunakan angkutan umum,” ujar Mohammad Saleh.

Tidak hanya menguntungkan dari sisi lingkungan, ia meyakini modernisasi transportasi ini mampu memberikan dampak positif bagi mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapannya, transportasi publik di Jawa Tengah semakin maju, nyaman, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

LAINNYA