Pemprov Jateng Beri Tali Asih Hafiz 30 Juz, Santri dari Luar Daerah Ikut Menerima

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 09:53 1 admin

NALARMEDIA.COM — Program pemberian tali asih atau bisyaroh bagi penghafal kitab suci yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan positif dari kalangan santri. Program tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para penghafal Al-Qur’an dan kitab suci agama lainnya.

Apresiasi itu disampaikan dalam acara Pengajian Akbar Khotmil Qur’an ke-17 di Pondok Pesantren Al Furqon, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu, 24 Mei 2026.

Salah satu penerima tali asih, Vincha Fitria, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

“Alhamdulillah terima kasih banyak Pak Wakil Gubernur,” ujarnya.

Santriwati asal Lamongan, Jawa Timur itu tetap berhak menerima tali asih karena menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren yang berada di Jawa Tengah.

Selama sekitar lima tahun enam bulan, Vincha Fitria berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Atas pencapaian tersebut, ia menerima tali asih senilai Rp1 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari Pondok Pesantren Al Furqon sendiri, terdapat tujuh santri yang menerima program tersebut.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyampaikan rasa syukur karena dapat menyerahkan langsung tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, penerima program ini berasal dari berbagai daerah dan tidak dibatasi hanya untuk warga Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa syarat untuk mendapatkan tali asih cukup sederhana. Para penerima hanya perlu telah diwisuda sebagai penghafal 30 juz tanpa harus mengajukan proposal.

“Ini merupakan kebijaksanaan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki program memberikan tali asih kepada siapa pun yang menghafal kitab suci untuk agamanya,” jelas Gu Yasin, sapaan akrabnya.

Program tersebut juga tidak terbatas hanya bagi penghafal Al-Qur’an. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka kesempatan bagi penghafal kitab suci agama lain seperti Injil, Taurat, maupun kitab suci agama lain yang diakui di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin turut mengajak para santri untuk terus memperdalam ilmu Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari.

“Al-Qur’an menjadi tuntunan bagi kita bersama. Walaupun se-ayat, walaupun satu surat, kita harus belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

LAINNYA