Mohammad Saleh Dorong Perluasan Program Dokter Spesialis Keliling Usai Layani Ribuan Warga Jateng

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 15:38 8 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk terus memperluas jangkauan program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Ia berharap inisiatif ini mampu menyentuh berbagai desa, khususnya wilayah yang warganya masih kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar dan lanjutan.

Saleh menganggap program ini sebagai langkah positif untuk mendekatkan fasilitas kesehatan spesialis kepada masyarakat pedesaan. Kini, warga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara maksimal tanpa perlu menempuh perjalanan jauh menuju rumah sakit.

“Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas,” ujar Saleh di Kota Semarang.

Ia menekankan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan yang turun langsung ke lapangan. Langkah ini memegang peran penting agar tenaga medis bisa mendeteksi penyakit lebih dini sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga secara keseluruhan.

Kehadiran program Dokter Spesialis Keliling (Speling) ini juga berpotensi besar dalam meringankan beban warga saat mencari pengobatan. Masyarakat kurang mampu kini tidak lagi pusing memikirkan tingginya biaya transportasi maupun jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan rujukan.

“Dengan layanan yang hadir langsung ke desa, masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke kota,” ungkap Saleh.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat, tenaga medis telah melaksanakan program Speling sebanyak 1.143 kali terhitung sejak 2025 hingga 16 Mei 2026. Layanan kesehatan ini sukses menyambangi 1.089 desa dan kelurahan di 446 kecamatan, serta berhasil memberikan penanganan medis kepada sekitar 102.291 jiwa.

Gubernur Ahmad Luthfi, selaku penggagas program Speling, juga mengintegrasikan inisiatif ini dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) milik pemerintah pusat. Hingga 17 Mei 2026, petugas kesehatan telah berhasil memberikan layanan CKG kepada sekitar 8.810.798 orang, atau setara dengan 22,91 persen dari total populasi Jawa Tengah.

“Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis cukup tinggi. Karena itu, program seperti ini perlu terus diperluas,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh berharap seluruh elemen mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa terus memperkuat sinergi mereka. Kolaborasi ini bertujuan agar sistem pelayanan kesehatan berbasis jemput bola tersebut beroperasi lebih optimal dan berkelanjutan ke depannya.

“Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Semakin luas jangkauan layanan kesehatan, maka kualitas hidup masyarakat juga akan semakin baik,” ungkap Saleh.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah daerah agar segera memperkuat berbagai fasilitas pendukung. Ia juga menginstruksikan pemerintah untuk memastikan seluruh dokter spesialis dan tenaga kesehatan mampu mendatangi wilayah-wilayah terpencil secara merata tanpa terkecuali.

“Pemerataan layanan kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Saya harap masyarakat di desa-desa juga mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA