Sukses Tingkatkan Kualitas, Jateng Panen Penghargaan Pendidikan dari Kemendikdasmen 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 10:55 10 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil memborong berbagai penghargaan pendidikan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026. Prestasi gemilang ini membuktikan keberhasilan Pemprov Jateng dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara masif sepanjang tahun 2025.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima langsung penghargaan tersebut dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Penyerahan apresiasi ini berlangsung meriah dalam acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Senin malam (25/5/2026).

Kemendikdasmen menyoroti beberapa pencapaian utama Pemprov Jateng, termasuk kemenangan pada kategori Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun. Selain itu, pemerintah pusat juga menilai Pemprov Jateng sukses menjalin kolaborasi strategis dengan sekolah swasta selama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025/2026.

Jawa Tengah turut merebut predikat Terbaik 1 untuk kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dalam mendukung proses pembelajaran. Pemprov Jateng juga menempati posisi Terbaik 2 pada kategori Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.

Prestasi ini tidak hanya datang dari lembaga pemerintahan, tetapi juga dari individu berprestasi seperti siswa dan pendidik asal Jawa Tengah. Anantacetta Reugra Abiraya, siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung, berhasil memenangkan kategori Talenta Muda Inovasi Digital. Selain itu, Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari sukses meraih juara 2 sebagai Guru Pendamping Berdedikasi dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025.

Merespons capaian ini, Ahmad Luthfi berharap rentetan penghargaan tersebut bisa memotivasi jajarannya. Ia ingin Pemprov Jateng terus merancang program inovatif dan menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas pada masa mendatang.

“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP dan SMA ditambah PAUD,” kata Luthfi.

Luthfi kembali menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk fokus mendongkrak mutu pendidikan daerah. Pemerintah daerah terus berusaha mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap anak harus langsung bekerja setelah lulus SMP. Oleh karena itu, Luthfi dan jajarannya aktif mendorong lulusan SMP agar menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng meluncurkan program Sekolah Kemitraan. Pemerintah menggandeng berbagai sekolah swasta guna menyalurkan beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Tahun ini, Pemprov Jateng telah menyiapkan sedikitnya 5.004 kuota beasiswa melalui program kemitraan tersebut.

“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam juga gratis,” kata Luthfi. (*)

LAINNYA