Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 10:30 20 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pelataran Candi Borobudur malam itu tampak benderang. Ribuan lampion terbang menghiasi langit malam, membawa harapan warga yang bersinar bersama pendaran cahaya lampion tersebut.

Dari bawah, para pengunjung menyunggingkan senyum hangat saat mereka merayakan momen kebersamaan ini.

Pada Minggu (31/5/2026) malam, ribuan pengunjung berkumpul di area Marga Utama kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Mereka bersama-sama menerbangkan 2.570 lampion perdamaian untuk menutup rangkaian perayaan suci Waisak 2570 BE/2026.

Para pengunjung yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Mereka datang untuk menyambut perayaan keagamaan tahunan ini, sekaligus menyaksikan keindahan dan kesakralan prosesi pelepasan lampion pada malam Waisak.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keberanian mereka memesan tiket sejak jauh hari agar bisa mengikuti perayaan tersebut. Kondisi ini turut berdampak positif pada sektor pariwisata, karena banyak penginapan di sekitar Kabupaten Magelang yang penuh menjelang acara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut hadir dan memberikan apresiasinya. Ia memuji rangkaian kegiatan keagamaan ini karena berhasil mengangkat potensi perekonomian masyarakat di kawasan Borobudur.

Sumarno menilai bahwa Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak rutin memberikan dampak ekonomi yang signifikan setiap tahunnya. Peningkatan ini terlihat jelas dari naiknya tingkat hunian homestay dan bertumbuhnya ekonomi pelaku UMKM di sekitar candi.

“Semua penginapan, homestay yang di sini penuh semua. Dan tentu saja juga untuk UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga punya dampak yang signifikan,” ujar Sumarno saat ikut menerbangkan lampion di langit Borobudur malam itu.

Ia berharap momen berharga ini bisa memicu (trigger) lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Borobudur. Terlebih lagi, umat Buddha yang hadir tahun ini tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari seluruh penjuru Nusantara hingga luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya mengungkapkan rasa syukurnya karena perayaan Waisak mampu meningkatkan perekonomian warga lokal. Ia menyebutkan bahwa homestay milik warga terus berkembang pesat, bahkan sering kali kehabisan kamar untuk menampung seluruh umat yang datang.

Hartati menambahkan bahwa kehadiran hotel-hotel baru sangat membantu, meskipun penginapan modern ini juga terisi penuh selama peringatan Waisak Nasional berlangsung.

Rangkaian acara Waisak memang berlangsung cukup panjang dan melibatkan partisipasi banyak orang. Beberapa kegiatan utamanya meliputi pengobatan gratis bagi lebih dari 7.000 pasien, pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung, pengambilan api abadi di Mrapen Grobogan, hingga perayaan Dharma Santi Waisak yang berpuncak pada pelepasan 2.570 lampion.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut menyampaikan pandangannya dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa Perayaan Waisak di Borobudur melambangkan kekuatan Indonesia sebagai rumah bersama yang selalu menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Gibran menegaskan bahwa bangsa sebesar Indonesia sangat membutuhkan persatuan dan perdamaian. Kedua elemen ini menjadi modal utama pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” katanya.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga tampak menghadiri acara sakral ini. Mereka antara lain Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana. (*)

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA