Kepala DPUPR Jateng saat mengecek kondisi kelayakan jalan provinsi di Wonogiri untuk persiapan proyek betonisasi. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Wonogiri dengan Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2026. Langkah strategis ini terealisasi setelah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) mengenai tambahan alokasi anggaran infrastruktur jalan.
Kebijakan baru tersebut mendongkrak anggaran perbaikan jalan provinsi di Wonogiri secara drastis. Dari yang semula hanya mendapat alokasi Rp9,4 miliar, kini melonjak hingga Rp42 miliar. Dana segar ini merupakan bagian dari total anggaran Rp200 miliar yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat proyek infrastruktur jalan di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan hal itu saat meninjau langsung ruas jalan Ngadirojo-Giriwoyo Wonogiri pada Senin, 15 Juni 2026.
“Di Kabupaten Wonogiri ini kalau anggaran awal ditambah alokasi dari Perkada, maka menjadi Rp42 miliar. Anggaran ini untuk enam paket di sejumlah ruas jalan,” kata Henggar.
Melalui anggaran ini, pemerintah akan memperbaiki beberapa jalur penting, termasuk ruas jalan Ngadirojo-Biting (Batas Jatim). Jalur sepanjang 40 kilometer ini merupakan akses krusial yang menembus langsung ke jalan utama di Ponorogo, Jawa Timur.
Selain itu, proyek ini juga menyasar dua titik di ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo sepanjang 37 kilometer. Jalur yang menghubungkan langsung ke jalan nasional di Pacitan, Jawa Timur ini akan mendapatkan penanganan berupa betonisasi dan pengaspalan dua lapis. Jalur lain yang masuk dalam target perbaikan adalah Jalan Wonogiri-Manyaran-Blimbing yang berbatasan dengan DIY.

Henggar memaparkan bahwa tingkat kemantapan jalan di Wonogiri mengalami penurunan paling signifikan tahun ini. Faktor usia jalan, tingginya kepadatan lalu lintas, curah hujan ekstrem pada awal tahun 2026, serta kondisi tanah yang labil menjadi penyebab utama kerusakan tersebut. Oleh karena itu, pihak kontraktor menjadwalkan pembangunan fisik jalan ini mulai akhir Juli atau awal Agustus 2026.
Henggar menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah agar mobilitas warga kembali lancar.
“Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunanya. Maka dengan kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujar Henggar.
Merespons kebijakan tersebut, Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengapresiasi kucuran dana tambahan untuk wilayahnya. Ia berharap proyek ini berjalan lancar agar masyarakat segera merasakan dampak positifnya terhadap roda perekonomian daerah.
“Terima kasih pada Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dirawat bersama-sama,” kata Prihadi.
Dukungan serupa datang dari warga Ngadirojo bernama Surya, yang menyambut baik rencana perbaikan ini. Ia mengeluhkan kondisi jalan Ngadirojo-Giriwoyo yang saat ini penuh lubang dan bergelombang sehingga sering kali merugikan para pengendara. Kerusakan jalan tersebut kerap membuat ban motor pengguna jalan bocor akibat terperosok ke dalam lubang yang dalam.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya telah merelokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar khusus untuk memuluskan kembali jalan-jalan yang rusak berat di wilayahnya. Langkah ini bertujuan mengembalikan kualitas jalan provinsi di Jawa Tengah yang sempat merosot akibat terjangan musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.