Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif 2026

waktu baca 4 menit
Kamis, 11 Jun 2026 20:35 22 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sukses meraih penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif. Disway National Network menyerahkan apresiasi tinggi ini dalam ajang Top Regional Leader 2026 yang berlangsung megah di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Founder Disway National Network, Dahlan Iskan, menyerahkan langsung piala penghargaan tersebut kepada Ahmad Luthfi. Pihak penyelenggara merangkai gelaran prestisius ini dengan acara Leadership Forum dan Awarding Ceremony yang mengusung tema besar “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional”.

Usai menerima penghargaan, Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa apresiasi ini menjadi pemantik motivasi bagi dirinya untuk terus mengoptimalkan pembinaan pelaku usaha. Terlebih, Jawa Tengah saat ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan payung hukum dan ekosistem yang menaungi sekitar 4,2 juta unit UMKM.

“Ini inspirasi untuk seluruh kepala daerah agar lebih kreatif dalam menciptakan terobosan di tengah situasi di tengah keterbatasan fiskal,” kata Luthfi.

Catatan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan performa pertumbuhan yang positif. Saat ini, instansi tersebut membina sekitar 199.781 UMKM, atau tumbuh sebanyak 1.001 unit usaha jika membandingkannya dengan tahun lalu. Ribuan UMKM binaan ini tersebar ke dalam beberapa sektor strategis, meliputi bidang produksi sebanyak 81.595 unit, perdagangan sebesar 67.595 unit, pertanian dengan 28.586 unit, serta sektor jasa yang menyentuh angka 22.005 unit. Seluruh aktivitas usaha ini sukses menyerap hingga 1,38 juta tenaga kerja lokal, mengelola total aset senilai Rp39,675 miliar, dan mencetak omzet yang menembus Rp70,6 miliar.

Guna memperkuat ekosistem usaha tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan komitmen nyata lewat penyediaan akses permodalan yang mudah serta peningkatan kapasitas SDM. Pemprov Jateng menggelar berbagai pelatihan keterampilan, pemantapan manajemen, hingga pendampingan legalitas hukum secara intensif. Langkah strategis lainnya meliputi pembukaan akses pasar baru dan adopsi sistem digitalisasi terpadu untuk mempermudah perizinan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Selain tindakan konkret di lapangan, pihak Pemprov juga memanfaatkan keunggulan teknologi lewat portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta aplikasi Silap CSR. Sistem digital ini membantu pemerintah dalam memonitor distribusi bantuan, jalinan kemitraan, serta profil penerima manfaat secara berkala dan transparan. Langkah penguatan ini berjalan beriringan dengan realisasi penyaluran modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini telah menyentuh angka Rp361,36 triliun untuk mendukung 10,31 juta debitur.

Di sektor ekonomi kreatif, Jawa Tengah kini mengawal perkembangan 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang memperoleh ketetapan langsung dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beberapa wilayah unggulan mencakup Kabupaten Grobogan yang menonjolkan kuliner Nasi Jagung-Ayam Pecok-Kedelai (Japede), Kabupaten Pati melalui Seni Pertunjukan, serta Kabupaten Cilacap yang memimpin di industri Animasi-Film-Video. Menariknya, Kota Surakarta dan Kota Semarang kini memegang status internasional sebagai anggota resmi UNESCO Creative City Networks (UCCN) untuk kategori Crafts & Folk-Art berkat keaslian kerajinan dan seni rakyatnya.

Langkah akselerasi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari komitmen lokal, di mana sebanyak 29 Kabupaten/Kota di Jateng telah sukses membentuk Komite Ekonomi Kreatif daerah. Untuk mendukung ekosistem ini secara berkelanjutan, Pemprov Jateng fokus membangun dan mengembangkan creative hub Jawa Tengah. Pusat kreativitas ini memiliki fokus utama untuk mengoptimalisasi sarana fisik, merespons kebutuhan industri kreatif Generasi Z, sekaligus memperkokoh infrastruktur digital daerah.

“Kita bina (UMKM dan Ekonomi Kreatif) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat di tingkat kecil. Secara tidak langsung ini akan menambah kuatnya ekonomi daerah,” kata Luthfi.

Pada kesempatan yang sama, Founder Disway Network, Dahlan Iskan, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini berfungsi sebagai bentuk dukungan moral bagi para pemimpin daerah. Sosok tokoh yang konsisten mengawal jalannya otonomi daerah melalui berbagai lembaga pro-otonomi ini meyakini, tantangan global yang berat seperti saat ini justru akan menyaring para kepala daerah berkualitas yang mampu melahirkan terobosan istimewa.

“Kita memberikan penghargaan ini karena di saat paling sulit tetap akan lahir beberapa kepala daerah yang istimewa. Ini salah satu pembelajaran terbaik untuk kajian efisiensi dan skala prioritas,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA