Hasil Piala Dunia 2026: Brace Harry Kane Bawa Inggris Bungkam Kroasia 4-2

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Jun 2026 10:38 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Tim Nasional Inggris sukses menaklukkan Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2 pada pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Laga seru ini berlangsung di Dallas Stadium pada hari Rabu (17/6).

Kemenangan ini meneruskan tren positif skuad Tiga Singa di ajang internasional. Mereka kini selalu memenangi pertandingan pembuka dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Babak pertama menyuguhkan permainan terbuka yang penuh drama hingga menghasilkan empat gol. Harry Kane tampil tajam dengan memborong dua gol, sementara Kroasia memberikan perlawanan sengit dan membalas melalui aksi memukau Martin Baturina serta Petar Musa.

Inggris membuka keunggulan lewat titik putih pada menit ke-12 setelah Luka Modric melanggar pergerakan Noni Madueke. Kiper Dominik Livakovic sebenarnya mampu membaca arah bola dan menepis eksekusi penalti pertama Kane.

Namun, wasit Clement Turpin meminta eksekutor mengulang tendangan penalti tersebut. Tayangan ulang memperlihatkan Livakovic bergerak meninggalkan garis gawang lebih cepat, sementara bek Josko Gvardiol juga melakukan pelanggaran dengan masuk ke area penalti terlalu dini.

Kane tidak membuang kesempatan kedua ini. Ia kembali mengarahkan bola ke sudut yang sama dan berhasil mencetak gol pertamanya.

Kapten Inggris itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42. Ia menyundul masuk bola hasil umpan sepak pojok dari Declan Rice. Tambahan dua gol ini membuat Kane berhasil menyamai rekor legenda Inggris, Gary Lineker, yang mengoleksi 10 gol di sepanjang turnamen Piala Dunia.

Berdasarkan data statistik turnamen, Harry Kane kini juga memegang status sebagai pemain dengan gol penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia di luar babak adu penalti, yakni sebanyak lima gol.

Kroasia selalu memiliki cara untuk merespons ketertinggalan dengan cepat. Martin Baturina sukses membuat skor menjadi imbang 1-1 pada menit ke-36. Setelah menerima umpan dari Petar Sucic, ia melepaskan tembakan melengkung akurat yang sempat menyentuh tangan kiper Jordan Pickford sebelum masuk ke gawang.

Menjelang turun minum, tepatnya pada masa tambahan waktu (45+5′), Petar Musa kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Penyerang klub lokal Dallas tersebut menyambut umpan sundulan cerdik dari Ivan Perisic dengan tendangan voli indah yang menutup paruh pertama.

Memasuki babak kedua, Inggris langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Jude Bellingham yang bermain di posisi nomor sepuluh langsung menggebrak pertahanan lawan pada menit ke-47.

Bellingham menusuk cepat dari sisi kanan dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal Livakovic hentikan. Gol cepat ini meruntuhkan mental para pemain Kroasia sekaligus mengawali periode dominasi skuad asuhan Thomas Tuchel.

Kiper Kroasia sebenarnya tampil cukup gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting untuk menahan gempuran pemain Inggris. Sayangnya, Marcus Rashford akhirnya mengunci kemenangan Inggris menjadi 4-2 pada menit ke-85. Ia menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang berkat kerja sama apik bersama sesama pemain pengganti, Bukayo Saka.

“Respons yang bagus. Babak pertama sedikit rumit bagi kami. Kami tampak gugup. Dalam pengambilan keputusan, kami memilih bermain aman dan mengalirkan bola ke belakang. Kami kesulitan menemukan ritme permainan dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk memanfaatkan celah yang ada. Saya melihat statistik yang menunjukkan kami hanya memenangi 33 persen duel di lapangan pada babak pertama dan 73 persen pada babak kedua. Jadi, bahkan saat tidak menguasai bola, kami tidak cukup baik dan tidak cukup berkomitmen. Saya menyukai reaksi para pemain pada babak kedua. Pertandingan ini penuh emosi dan banyak perasaan yang terlibat. Kami membutuhkan waktu untuk benar-benar menemukan permainan kami.” Thomas Tuchel, pelatih Inggris.

“Semua pujian untuk pelatih. Saat jeda, pelatih memberikan pidato yang intinya mengatakan, Kalau pun kalah, kita kalah dengan cara kita sendiri, dan itu terlihat dari bagaimana kami tampil pada babak kedua. Kami langsung bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya. Itulah standar yang harus kami tetapkan di setiap pertandingan. Jadi, kredit untuk semua orang. Ini adalah laga pertama turnamen dan hasil yang luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami, jadi kami harus memanfaatkannya lebih sering sepanjang turnamen ini.” Harry Kane, kapten Inggris.

“Kami memainkan babak kedua yang sangat buruk. Pada babak pertama, kami kebobolan dua gol dari dua situasi bola mati, yang pertama berasal dari penalti. Ada beberapa hal yang tidak kami lakukan dengan baik. Kami kebobolan gol ketiga setelah sebuah bola panjang dan setelah itu terlihat betapa sulitnya untuk kembali ke dalam pertandingan. Kami bereaksi dengan buruk terhadap bola-bola yang dikirim ke belakang lini pertahanan dan rotasi permainan kami juga tidak berjalan dengan baik.” Zlatko Dalic, pelatih Kroasia.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA