Apindo Pusat Beri Dukungan Penuh Jadikan Jawa Tengah Pusat Investasi Nasional

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 08:58 17 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat memberikan dukungan penuh kepada Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk tampil sebagai pusat investasi utama di Indonesia.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Pusat, Bob Azam, menyampaikan langsung dukungan tersebut saat menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sebuah audiensi di Kota Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026.

Bob menilai iklim investasi di Jawa Tengah sangat menjanjikan karena provinsi ini menawarkan keunggulan wilayah, infrastruktur yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas. Ia meyakini Jawa Tengah mampu tampil sebagai kawasan yang sangat kompetitif, bahkan siap bersaing langsung dengan Vietnam dalam menarik investor asing.

Keunggulan ini makin nyata lewat pencapaian sejumlah daerah di Jawa Tengah yang sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi impresif, seperti Kabupaten Kendal dan Batang. Pertumbuhan ekonomi Kendal pada tahun 2025 bahkan berhasil menyentuh angka sekitar 9%, sebuah pencapaian yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional secara signifikan.

“Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja. Apalagi dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi yang luar biasa,” kata dia.

Selain menorehkan pertumbuhan ekonomi yang gemilang, sejumlah wilayah di Jawa Tengah juga mencatatkan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang tergolong rendah, sehingga makin menarik minat para penanam modal.

Pada pertemuan yang sama, Bob juga menegaskan dukungan Apindo terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus menggenjot infrastruktur penunjang kawasan industri. Langkah nyata pemprov ini mencakup proyek revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas serta rencana strategis pembangunan dry port di Batang dan Kendal.

Kelengkapan fasilitas penunjang tersebut, menurut Bob, akan makin memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai destinasi investasi yang sangat kompetitif.

Menyambut dukungan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi komitmen Apindo Pusat maupun daerah dalam mengawal visi Jawa Tengah sebagai primadona investasi. Luthfi menegaskan bahwa masuknya pemodal merupakan syarat mutlak untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sehingga Jawa Tengah wajib memiliki daya dobrak yang kuat di sektor ini.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD dalam membangun wilayah, tetapi ada juga investasi,” katanya.

Luthfi memaparkan bahwa iklim Jawa Tengah memang sangat ideal bagi para penanam modal. Secara geografis, posisi provinsi ini sangat strategis karena berada tepat di antara Jawa Timur dan Jawa Barat. Pemprov Jateng juga menjamin ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan memastikan proses perizinan investasi berjalan lebih mudah dan cepat bagi para pengusaha.

Pemerintah daerah juga terus mengejar pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendukung kawasan industri. Ahmad Luthfi mengaku intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat demi mempercepat proyek revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas dan pembangunan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal.

Oleh karena itu, sinergi dan dukungan dari para pengusaha di bawah naungan Apindo sangat krusial bagi pengembangan wilayah. Bersamaan dengan itu, Gubernur beserta seluruh jajarannya terus bergerak aktif mempromosikan ragam potensi investasi Jawa Tengah kepada para calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA