Warga Perantauan Jawa Tengah Gelar Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 6 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Paguyuban Jawa Tengah sukses menyelenggarakan acara Gebyar Harmoni Budaya di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, pada Jumat malam (19/6/2026). Acara ini menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi bagi para perantau asal Jawa Tengah yang menetap di ibu kota.

Penyelenggara menyajikan dua pertunjukan wayang kulit yang memukau penonton. Ki Sukadana tampil membawakan wayang kulit gagrak (gaya) Betawi, sementara KRA Ki Gunarto Gunotalijendro memainkan wayang kulit gagrak Jawa. Selain itu, pengunjung juga menikmati suguhan fragmen teater kolaborasi yang menarik.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir langsung untuk memberi dukungan penuh kepada warganya yang merantau di kawasan Jabodetabek. Sejumlah tokoh penting juga tampak memeriahkan acara ini, termasuk Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso (Bang Yos), Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, dan Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri.

Menurut Ahmad Luthfi, acara kebudayaan ini membuktikan kemampuan masyarakat Jawa Tengah dalam beradaptasi dan menjalin kolaborasi di tanah rantau. Ia juga menilai pertunjukan wayang kulit tersebut menjadi bukti nyata bahwa para perantau tidak pernah melupakan akar budaya dan kampung halaman mereka.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan telah membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Luthfi turut memaparkan perkembangan pesat pembangunan di Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa provinsinya kini sukses menjadi magnet investasi yang menarik minat penanam modal, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, mengungkapkan alasan panitia memilih pertunjukan wayang kulit. Ia menegaskan bahwa kesenian ini merupakan aset negara yang wajib dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dari kalangan masyarakat Jawa dan Betawi.

“Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Maka dari itu kita terus upayakan karena gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA