Sekelompok Mahasiswa Semarang membentangkan spanduk deklarasi menjaga kedaulatan bangsa dan komitmen mengawal kebijakan publik. NALARMEDIA.COM – Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Semarang menyuarakan maklumat dan pernyataan sikap bertajuk “Indonesia Kita: Jaga Indonesia, Tanggung Jawab Kita” pada Minggu (21/6/2026). Aksi nyata ini meneruskan hasil forum diskusi Bicara Merdeka bertajuk “Reformasi Jilid II?” yang berlangsung di Hanz Kopi Veteran, Semarang, pada 19 Juni 2026 lalu.
Para mahasiswa ini menekankan pentingnya kedaulatan bangsa sebagai fondasi utama negara. Kedaulatan ini meliputi sektor ekonomi, politik, ketahanan pangan, hingga perlindungan hak warga negara demi masa depan Indonesia. Lebih lanjut, mereka secara tegas menolak praktik pragmatisme politik yang sering kali mengabaikan kepentingan rakyat dan merusak nilai keadilan sosial.
Melalui pembacaan maklumat bersama, Mahasiswa Semarang memaparkan empat poin sikap utama. Poin pertama, mereka menuntut pemerintah agar mengutamakan kemandirian bangsa. Negara harus mengelola kekayaan alam Indonesia sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat, sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Pada poin kedua, elemen mahasiswa ini berjanji akan terus mengawal setiap kebijakan publik. Mereka ingin memastikan aturan yang ada tetap sejalan dengan Pancasila dan konstitusi. Selain itu, mereka siap maju sebagai garda terdepan untuk melawan semua bentuk penindasan yang merugikan masyarakat luas.
Berlanjut ke poin ketiga, Mahasiswa Semarang mendesak pemerintah untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka meminta proses evaluasi berjalan transparan dan akuntabel. Mahasiswa menggarisbawahi bahwa tuntutan ini tidak bermaksud menghentikan program, tetapi lebih kepada menjawab keresahan yang belakangan muncul di tengah publik.
Sebagai poin keempat, mahasiswa menentang keras penyebaran narasi kebencian, intoleransi, dan polarisasi yang bisa memecah belah bangsa. Mereka meyakini bahwa sistem demokrasi harus merangkul seluruh elemen masyarakat. Hal ini menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian kuat dalam budaya.
Mahasiswa Semarang turut mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak apatis menghadapi dinamika kebangsaan. Mereka mengingatkan bahwa tugas menjaga Indonesia jatuh ke tangan semua pihak. Masyarakat bisa ikut andil melalui partisipasi aktif, pengawasan kebijakan publik, dan upaya memperkuat persatuan nasional.
“Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita. Jika kita diam, maka kita membiarkan kedaulatan ini luntur. Mari rapatkan barisan, satukan gerakan, dan terus bergerak bersama untuk menjaga Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan berkeadilan,” tegas perwakilan mahasiswa dalam pembacaan maklumat tersebut.
Aksi ini berakhir dengan deklarasi bersama. Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Indonesia Kita: Daulat Bangsa, Tanggung Jawab Kita”. Spanduk ini menjadi simbol komitmen kuat mereka untuk terus memantau arah pembangunan bangsa sekaligus merawat nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan Indonesia.