Semarang Business Matching 2026 Pertemukan Seller dan Buyer, Siap Dukung Program Prioritas Ahmad Luthfi

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Jun 2026 10:40 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengapresiasi penuh gelaran Semarang Business Matching 2026 yang berlangsung di Hotel MG Setos, Kota Semarang, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ajang bergengsi ini sukses mempertemukan para penjual (seller) dan pembeli (buyer) dari berbagai lini sektor pariwisata seluruh Indonesia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa acara ini selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang saat ini fokus mengembangkan potensi pariwisata daerah.

Sumarno menilai pariwisata memegang peran strategis untuk mendongkrak roda perekonomian. Ia menjelaskan bahwa tingkat konsumsi masyarakat selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.

“Upaya untuk meningkatkan konsumsi salah satunya adalah mendatangkan orang ke Jawa Tengah. Mereka akan menginap, makan, dan belanja,” urainya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan banyak negara yang maju dengan bertumpu pada sektor pariwisata, seperti Dubai. Publik pada zaman dahulu tidak pernah menyangka wilayah yang identik dengan kegersangan tersebut kini mampu bertransformasi menjadi pusat pariwisata internasional.

“Ada lagi negara Seychelles. Ini negara terkecil di Afrika. 70% sektor perekonomiannya ditopang dari pariwisata,” kata dia.

Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha memiliki tugas penting untuk terus membangun jaringan serta menciptakan beragam paket wisata yang menarik, mengingat Jawa Tengah memiliki kekayaan destinasi yang sangat variatif.

“Kami berharap forum ini menjadi bagian untuk menjadi pengembangan pariwisata di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director Semarang Business Matching 2026, Sri Astuti, menyebut Kota Semarang bertindak sebagai tuan rumah keempat untuk pergelaran ini. Pihak penyelenggara sebelumnya telah sukses menggelar acara serupa di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, serta berencana melanjutkannya ke Bali, Makassar, Bangkok, hingga Jakarta.

“Semarang ini adalah kota keempat di tahun ini dan jadwal kita di tahun ini itu ada delapan kota,” ujarnya.

Sri Astuti menambahkan bahwa panitia telah menjalankan inisiatif kegiatan ini sejak tahun 2024 dengan mengusung nama awal Info Wisata Table Talk. Untuk edisi tahun ini, penyelenggara berhasil menarik seller dari 18 kota di seluruh Indonesia, yang mencakup perwakilan hotel, penyelenggara acara (event organizer), konsultan, hingga berbagai pelaku industri wisata lainnya.

Sementara itu, profil para pembeli (buyer) mayoritas datang dari area Jawa Tengah dan sekitarnya, yang meliputi wilayah Pantura Timur, Pantura Barat, Kota Semarang, hingga wilayah Yogyakarta.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA