Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu, Sekda Handi Priyanto Sebut Progres Capai 90 Persen

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Jun 2026 21:14 6 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, meninjau langsung perkembangan proyek Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Ia melakukan kunjungan lapangan ini di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, pada Rabu (24/6).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Handi mengungkapkan bahwa tahap pembangunan SRT telah menyentuh angka 90 persen. Para pekerja telah merampungkan berbagai fasilitas utama, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur, toilet, hingga masjid. Ia menambahkan, sisa pengerjaan 10 persen kini berfokus pada penyediaan fasilitas pelengkap, seperti pembuatan taman, pengadaan peralatan masak, serta pemenuhan sarana lainnya.

Pemerintah mengalokasikan dana APBN untuk membangun sekolah ini di atas lahan seluas 6,5 hektar. Pihak pelaksana menargetkan proyek ini rampung sepenuhnya pada 10 Juli 2026. Dengan begitu, sekolah siap menyambut kegiatan belajar mengajar untuk tahun ajaran baru 2026/2027 yang akan mulai pada 14 Juli 2026.

“Saat ini sudah 90 persen selesai, estimasi selesai 100 persen 10 Juli 2026. Saya lihat masih banyak item yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini. Termasuk kesiapan dapur, peralatan masak, asrama, kebersihan, perawatan tempat seluas ini tidak mudah,” kata Handi.

Handi juga menyoroti pentingnya persiapan operasional sekolah, khususnya pemenuhan tenaga pendidik. Sembari menunggu kedatangan guru dari Kementerian Sosial (Kemensos), ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera menyiagakan guru transisi. Mereka nantinya bertugas mengajar sementara di Sekolah Rakyat tersebut.

“Tapi apapun akan kita lakukan yang terbaik semoga SRT menjadi percontohan yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Ia turut memastikan bahwa fasilitas pendukung di SRT telah berfungsi dengan baik. Pasokan air bersih sudah mengalir lancar dan pihak sekolah juga telah menyiapkan seluruh kebutuhan tempat tidur bagi para siswa.

Ke depan, SRT akan menampung anak-anak asal Kota Semarang yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada kategori desil 1 dan 2. Setiap tahun ajaran baru, sekolah ini akan menerima total 270 siswa. Rinciannya mencakup 90 siswa tingkat SD, 90 siswa tingkat SMP, dan 90 siswa tingkat SMA.

“Setiap tahun ajaran baru akan ada 270 siswa yang masuk, kapasitas Sekolah Rakyat 1.080 siswa,” sebutnya.

Sebagai langkah lanjutan, Handi turut memboyong 16 camat dari seluruh penjuru Kota Semarang dalam kunjungan kerjanya kali ini. Ia mengajak para pemangku wilayah tersebut untuk menyaksikan langsung bagaimana perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan itu.

“Camat sengaja kami ajak karena mereka nantinya yang akan menyampaikan ke masyarakat di wilayahnya agar anak-anak yang ada di desil 1 dan 2 bisa masuk ke sekolah rakyat,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA