Wamendagri Nobatkan Semarang Sebagai Kota “Transformer” Nasional di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Agustina

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Jul 2026 15:46 57 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Prestasi membanggakan kembali menghampiri kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, di kancah nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, resmi menobatkan Kota Semarang sebagai kota dengan kategori “Transformer” di Indonesia. Pengumuman ini ia sampaikan langsung saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Rabu (1/7/2026).

Predikat bergengsi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam mengeksekusi transformasi tata kelola pemerintahan secara menyeluruh. Selain itu, Pemkot sukses memperkuat kemandirian fiskal dan menciptakan iklim investasi kondusif yang terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Saat memaparkan materinya, Bima Arya menunjuk Semarang sebagai proyek percontohan kota yang sukses melakukan lompatan besar lewat transformasi struktural di bawah komando Wali Kota Agustina. Kesuksesan ini tampak jelas dari kemampuan pemerintah daerah membiayai berbagai proyek pembangunan menggunakan kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa harus bergantung penuh pada kucuran dana pemerintah pusat.

Data Kementerian Dalam Negeri membeberkan bahwa Kota Semarang sukses menduduki peringkat kedua nasional untuk rata-rata rasio PAD terhadap total pendapatan sepanjang periode 2022–2026. Capaian yang menyentuh angka 63,26 persen ini secara otomatis menempatkan Semarang ke dalam kategori daerah berfiskal sangat kuat.

Kinerja fiskal Kota Semarang juga mencetak tren kenaikan yang sangat konsisten. Pemkot berhasil mendongkrak nilai PAD dari Rp2,85 triliun pada tahun 2022 menuju target Rp4,18 triliun pada tahun 2026. Lonjakan rasio PAD terhadap total pendapatan, dari 53,46 persen menjadi 74,83 persen, menjadi cerminan betapa kokohnya fondasi keuangan ibu kota Jawa Tengah ini.

Merespons pencapaian tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah manis dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Aparatur sipil negara secara konsisten menjalankan reformasi birokrasi, meningkatkan standar pelayanan publik, dan mengoptimalkan teknologi digital untuk memperkuat efektivitas pemerintahan.

“Predikat Transformer City ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan PAD bukan semata soal angka, tetapi tentang memperbesar kemampuan daerah membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperluas program-program yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Agustina.

Keberhasilan transformasi struktural tersebut juga memantulkan hasil positif pada berbagai indikator pembangunan krusial lainnya. Pemkot Semarang berhasil menarik nilai investasi hingga Rp21,6 triliun dengan laju pertumbuhan mencapai 15,8 persen.

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi daerah meroket ke angka 5,9 persen yang melampaui rata-rata nasional, dan pemerintah sukses menekan Tingkat Pengangguran Terbuka hingga menyentuh 5,01 persen. Di sektor pelayanan, Kota Semarang juga sukses menyabet predikat “Sangat Baik” dari pemerintah pusat.

Pemerintah pusat, melalui Kemendagri, menilai sederet capaian tersebut lahir berkat ragam inovasi brilian Pemerintah Kota Semarang. Jajaran birokrasi aktif mendigitalisasi pelayanan perpajakan, menggenjot pendapatan daerah, memperkuat peran BUMD dan BLUD, serta memodernisasi pelayanan publik melalui integrasi data yang solid.

Kendati telah meraih predikat “Transformer” nasional, Pemkot Semarang enggan berpuas diri. Wali Kota Agustina menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi tambahan untuk terus menghadirkan pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan fokus pada kesejahteraan rakyat.

Ia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat PAD, mengebut digitalisasi retribusi daerah, dan memastikan pengambilan kebijakan strategis selalu berlandaskan data secara real-time.

“Transformasi yang kami bangun harus bermuara pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya,” tegas Agustina.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA