Gregor Kobel kiper Timnas Swiss menepis tendangan penalti pemain Kolombia di Piala Dunia 2026. NALARMEDIA.COM – Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Kolombia benar-benar menguji kecerdikan Gregor Kobel beserta rekan-rekan setimnya di Timnas Swiss. Perjalanan panjang skuad La Nati yang bermula dari babak kualifikasi di Basel hampir setahun lalu, mencapai puncaknya lewat drama adu penalti pada malam yang sejuk di Vancouver demi merebut tiket perempat final.
Ketegangan sempat memuncak ketika kedua tim gagal memaksimalkan tiga peluang awal pada babak adu penalti. Cucho Hernandez kemudian maju sebagai eksekutor keempat Kolombia, tetapi Kobel merespons dengan cepat. Sang kiper melompat ke arah kanan dan menangkis bola menggunakan kedua tangannya hingga keluar dari gawang.
Ruben Vargas kemudian sukses menjalankan tugasnya sebagai penendang kelima sekaligus penentu kemenangan Timnas Swiss. Kesuksesan Vargas ini secara dramatis mengantarkan Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya semenjak edisi 1954.
Menyusul aksi heroiknya, Kobel menyatakan kepada FIFA bahwa pencapaian timnya berpeluang besar mengubah perspektif dunia terhadap sepak bola Swiss, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Sungguh luar biasa melihat apa yang mungkin dilakukan oleh negara kecil dalam olahraga sebesar ini, dalam turnamen sebesar ini. Sungguh luar biasa. Saya pikir ini adalah pencapaian besar bagi kami sebagai tim dan bagi setiap orang yang ada di tim ini,” ungkap Kobel.
Ia juga menambahkan, “Berada di posisi kami saat ini, saya rasa Anda tidak bisa lebih bangga lagi. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami, tetapi ini belum berakhir. Kami masih memiliki pertandingan lain untuk dimainkan. Jadi kami akan terus maju.”
Banyak kiper biasanya menyusun rencana detail dan teliti saat menghadapi adu penalti. Namun, penjaga gawang kelahiran Zurich ini justru lebih mengandalkan insting serta pengetahuannya terkait karakter dan kecenderungan sang penendang.
“Sebenarnya, ini sedikit campuran dari keduanya, jujur saja. Saya pikir ada orang lain yang lebih siap daripada saya. Saya pikir perasaan juga merupakan bagian besar dalam situasi ini,” jelas kiper andalan Borussia Dortmund tersebut.
Ia merincikan strateginya, “Saya akan memperhatikan bentuk penendang, gerakan, tatapan mata, itu kombinasi dari segalanya. Namun pada akhirnya, semua kembali kepada feeling, dan saya mencoba mengikuti feeling itu.”
Insting tajam Kobel kini membawa Timnas Swiss selangkah lagi menuju semifinal Piala Dunia, sebuah pencapaian bersejarah yang belum pernah mereka rasakan. Kapten Granit Xhaka bahkan menegaskan kepada FIFA bahwa timnya sama sekali tidak meragukan kemampuan Kobel ketika pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.

“Yah, dia juga membuat kami kesulitan saat latihan tendangan penalti, Kami tahu bahwa jika sampai pada adu penalti, kami memiliki kiper yang bisa menyelamatkannya, serta penendang yang bagus,” puji Xhaka.
Ruben Vargas, sang penentu kemenangan, turut memberikan pujian setinggi langit kepada sang kiper. “Saya pikir kita semua tahu apa yang mampu dilakukan Gregor dan hari ini dia menunjukkannya di panggung besar, ketika itu benar-benar penting. Rasanya senang memiliki kiper seperti ini.”
Tantangan Kobel dan kawan-kawan selanjutnya tidak main-main, yakni menantang sang juara bertahan, Argentina. Sang kiper tentu harus kembali tampil waspada untuk mengamankan gawangnya sepanjang laga.
Meski Swiss melangkah sebagai tim underdog, Kobel tetap menyuarakan pandangannya mengenai sosok Lionel Messi dan posisinya sebagai pemain terbaik dunia jelang laga penentuan tersebut.
“Maksud saya, dengan rekam jejaknya saat ini, saya rasa Anda tidak bisa salah jika seseorang mengatakan dia berada di puncak. Sekarang saya harus menghentikannya saat mereka diprediksi akan menang,” ujar Kobel.
Mengakhiri wawancara, ia menyatakan kesiapannya untuk berjuang habis-habisan. “Mereka jelas merupakan favorit utama, tetapi pada akhirnya, ini sepak bola. Kami harus memainkan pertandingan terlebih dahulu dan kemudian akan lihat. Kami juga memiliki kualitas yang sangat baik dalam tim dan banyak kepercayaan diri juga. Sekarang kami akan memainkan pertandingan dan melihat apa yang terjadi.”