Hadapi Perubahan Ekonomi Digital, Jakarta Hustle Ajak UMKM Bangun Bisnis yang Lebih Mandiri

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Jul 2026 17:28 40 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Perkembangan ekonomi digital telah membuka peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar melalui berbagai platform e-commerce. Namun, di balik peluang tersebut, muncul tantangan baru yang menuntut pelaku usaha memiliki strategi bisnis yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada satu kanal penjualan.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam Knowledge Exchange Forum bertajuk Resilience and Resourcefulness Beyond E-Commerce Platforms yang digelar Jakarta Hustle di Smesco Startup Hub, Gedung Smesco Jakarta, Selasa (8/7/2026).

Forum tersebut menghadirkan pelaku UMKM, akademisi, praktisi bisnis, komunitas kewirausahaan, serta pemangku kepentingan untuk membahas strategi memperkuat daya tahan usaha di era digital.

Dalam forum itu terungkap bahwa ketergantungan terhadap satu platform digital dapat menjadi tantangan tersendiri ketika terjadi perubahan algoritma, kebijakan platform, meningkatnya persaingan, maupun perubahan perilaku konsumen.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu membangun fondasi bisnis yang lebih kuat melalui inovasi produk, penguatan kapasitas usaha, serta perluasan jaringan pemasaran.

Senior Lecturer in International Business University of the West of England, Amore, mengatakan hasil studi yang dipresentasikan menunjukkan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya bergantung pada satu platform digital.

“Melalui studi ini kami menyimpulkan bahwa ketergantungan pada satu platform saja bukanlah fondasi yang cukup kuat untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. Harapan kami, forum ini dapat melahirkan strategi-strategi baru yang membantu UMKM tumbuh lebih tangguh melalui inovasi, penguatan sumber daya, serta perluasan jejaring,” ujarnya.

Menurut Amore, penguatan sektor UMKM perlu dibarengi dengan peningkatan produksi berbasis potensi lokal serta penguatan rantai pasok dalam negeri agar pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Ini bukan hanya soal ketahanan usaha, tetapi juga soal kemandirian ekonomi bangsa secara keseluruhan. Kami berharap forum ini dapat menjadi jembatan aspirasi bagi pelaku usaha kecil kepada pemerintah agar kebutuhan dan tantangan UMKM semakin diperhatikan melalui kebijakan yang berpihak kepada mereka,” katanya.

Selain memaparkan hasil penelitian, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai praktik terbaik dalam menghadapi perubahan ekonomi digital.

Peserta diajak memahami pentingnya membangun merek, memperluas jaringan bisnis, serta memanfaatkan berbagai kanal pemasaran, baik digital maupun konvensional, agar usaha lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Jakarta Hustle menilai kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan institusi pendukung menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan solusi konkret untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia.

Melalui forum ini, Jakarta Hustle juga ingin menegaskan bahwa kemampuan membangun business resilience dan resourcefulness menjadi bekal penting bagi UMKM untuk menghadapi tantangan ekonomi digital.

Dengan strategi yang lebih adaptif dan tidak bergantung pada satu platform, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. (ot/mj)

LAINNYA