Buntut Kecelakaan Maut di Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Warga Disiplin di Perlintasan Kereta

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 14:38 30 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan maut di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (20/6/2026) pagi.

Insiden tersebut merenggut nyawa seorang siswa Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, tim medis RSUP Dr. Kariadi Semarang kini tengah merawat dua korban lainnya secara intensif.

Kecelakaan tragis ini bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, sebuah sepeda motor Honda Supra yang membawa tiga penumpang nekat melintasi rel. Sebuah kereta barang yang melaju kencang dari arah barat menuju timur langsung menabrak kendaraan roda dua tersebut.

Identitas korban meninggal dunia diketahui berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Adapun dua korban selamat, yakni ZIA (12) dan Rujito (45), menderita luka serius pada bagian kepala dan sedang berjuang menjalani perawatan medis.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” ucap Gubernur menanggapi insiden memilukan tersebut.

Luthfi mengungkapkan bahwa peristiwa ini sangat mengetuk hati nuraninya. Tragedi ini terasa semakin memilukan karena menimpa anak-anak yang sedang bersemangat berangkat ke sekolah pada momen awal tahun ajaran baru.

“Kita doakan yang sudah mendahului husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya mendoakan para korban.

Tidak sekadar menyampaikan duka cita, Gubernur juga turun tangan menyerahkan bantuan langsung kepada pihak keluarga. Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi ketat dengan pihak rumah sakit guna menjamin perawatan yang optimal bagi kedua korban selamat.

“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegasnya.

Merujuk pada laporan kepolisian, petugas penjaga perlintasan sebenarnya sudah menutup palang pintu dan meneriakkan peringatan. Sayangnya, pengendara sepeda motor tersebut tetap nekat menerobos rel. Imbasnya, moncong kereta barang langsung menyambar bagian belakang kendaraan mereka.

Benturan keras tersebut membuat ketiga korban beserta sepeda motornya terpental jauh hingga menghantam pembatas jalan. Tim evakuasi menemukan para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya melarikan mereka ke ruang gawat darurat RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Sang Gubernur menegaskan peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. Ia mendesak warga untuk meningkatkan kedisiplinan dan kehati-hatian saat melintasi jalur perlintasan kereta api. Ia melarang keras tindakan menerobos saat sirine sudah berbunyi atau petugas sudah memberi peringatan.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti,” katanya.

Ia kembali mengingatkan bahwa mata manusia sering kali kesulitan memperkirakan kecepatan laju dan jarak pasti kereta api yang mendekat. Karena alasan itulah, kepatuhan mutlak terhadap rambu dan arahan petugas penjaga menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

“Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA