Gubernur Ahmad Luthfi Bawa Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kemendagri

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 12:01 17 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemendagri menobatkan Jawa Tengah sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi pada kategori Pengendalian Inflasi Terbaik, sejajar dengan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima langsung penghargaan tersebut dalam ajang Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026. Acara penganugerahan ini berlangsung di Yogyakarta Marriott, Kamis (4/6/2026) malam.

Menanggapi capaian ini, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan memacu semangat jajaran pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota. Ia menyadari bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara gubernur, bupati, wali kota, hingga seluruh jajaran pemerintah desa.

Luthfi juga menyoroti pentingnya mengendalikan inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan masyarakat selalu memiliki akses terhadap bahan pokok penting dengan harga yang terjangkau.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus menggandeng berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga sektor perbankan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperlancar proses distribusi bahan pokok agar tepat sasaran langsung ke tangan konsumen.

“Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting, sehingga inflasi bisa kita tekan,” ungkapnya.

Ke depannya, Luthfi berkomitmen untuk merangkul seluruh komponen dan potensi masyarakat guna mempertahankan serta meningkatkan prestasi ini.

Menariknya, selain di tingkat provinsi, beberapa daerah di Jawa Tengah juga turut memborong penghargaan. Kota Semarang berhasil meraih juara ketiga untuk kategori Penurunan Stunting. Sementara itu, Kabupaten Sukoharjo menempati posisi kedua dalam Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten. Prestasi gemilang lainnya datang dari Kota Magelang sebagai juara pertama dan Kota Surakarta sebagai juara kedua untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa ajang apresiasi gelombang pertama ini mencakup empat kategori utama. Dewan juri mencatat persaingan yang sangat ketat dengan selisih nilai akhir yang amat tipis antar daerah.

Tito menambahkan, ajang ini bertujuan untuk memotivasi pemerintah daerah agar terus menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Kemendagri bahkan menyiapkan insentif khusus bagi daerah-daerah yang berhasil membuktikan prestasinya.

“Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi,” katanya.

Lebih jauh, Tito memandang penghargaan ini bukan sekadar panggung selebrasi, melainkan wadah untuk memunculkan lebih banyak teladan kepemimpinan yang sukses memenuhi kebutuhan rakyatnya.

“Sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus. Ini perlu diangkat. Perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus,” kata Tito.

Pemerintah memang merancang ajang apresiasi ini berbasis regional untuk menciptakan iklim kompetisi yang lebih adil. Melalui skema tersebut, daerah dengan kapasitas anggaran atau fiskal yang terbatas tetap memiliki ruang untuk membuktikan inovasi dan kinerja terbaik mereka.

Senada dengan Tito, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melihat bahwa kemajuan daerah-daerah pemenang saat ini sudah relatif merata. Hal ini terlihat dari selisih skor antar pemenang yang tidak terpaut jauh.

Sebagai penutup, Djamari berpesan kepada seluruh kepala daerah bahwa penghargaan ini bukanlah garis akhir. Momentum ini justru menjadi titik awal bagi setiap daerah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan capaian pelayanan di masa depan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA