Gencarkan Kawasan Industri Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Gaet Investor Singapura

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 12:50 25 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terus bergerak agresif menawarkan potensi penambahan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru. Langkah strategis ini ia lakukan demi mendongkrak masuknya aliran investasi ke wilayahnya.

Luthfi membahas langsung inisiatif tersebut bersama Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries, Gareth Wong. Keduanya melangsungkan pertemuan strategis di Kota Semarang pada Selasa (21/7/2026) untuk mematangkan peluang penanaman modal korporasi asal Singapura tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, membeberkan tujuan pertemuan tersebut. Ia menyebut Gubernur dan pimpinan Sembcorp sedang menjajaki penguatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan perusahaan asing itu. Mereka memfokuskan pembahasan pada peluang investasi untuk membuka kawasan industri atau KEK baru.

“Sembcorp Industries ini pengelola dari KEK Kendal dan Jababeka. Karena sudah berjalan lancar untuk KEK Kendal, kami berharap akan ada kawasan industri lagi yang dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah. Gubernur juga menyambut dengan baik dan sudah menawarkan potensi kawasan industri baru,” kata Sakina.

Sakina meyakini keberadaan kawasan industri akan selalu menjadi magnet kuat yang menarik minat para investor untuk menanamkan modal di Jawa Tengah. Mengikuti instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, jajaran Pemprov telah mendata berbagai kabupaten dan kota yang memenuhi syarat pengajuan kawasan industri atau ekonomi khusus baru.

Pemerintah menetapkan kepemilikan lahan minimal 50 hektare sebagai salah satu syarat utama. Tim Pemprov juga telah menyusun berbagai kajian matang, termasuk menyiapkan dokumen investment project ready to offer (proyek siap tawar) untuk menyasar calon investor potensial.

“Saat ini sudah ada enam lokasi peruntukan industri yang akan menjadi kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan atau sounding kepeminatan dari investor,” kata Sakina.

Di sisi lain, COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, melihat peluang pengembangan kawasan industri baru di Jawa Tengah masih sangat terbuka lebar. Perusahaan raksasa yang telah mengelola 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura ini memang berniat melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia.

“Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu,” katanya.

Agenda pertemuan kali ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari perjumpaan mereka sebelumnya pada Agustus 2025 silam. Kala itu, Gareth Wong menemui Ahmad Luthfi khusus untuk mempresentasikan rencana pengembangan KEK Kendal. Saat ini, rencana tersebut telah memasuki tahap realisasi perluasan lahan dan pembangunan fasilitas perusahaan baru.

Merujuk pada data resmi, KEK Kendal sukses membukukan akumulasi investasi hingga Rp187,05 triliun pada akhir 2025 lalu. Memasuki Juli 2026, kawasan ini telah merealisasikan investasi sekitar Rp6 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp9 triliun.

Keberhasilan ini menelurkan dampak krusial, yakni penciptaan lapangan kerja bagi hampir 118 ribu orang hingga Triwulan I 2026. Lebih jauh lagi, aktivitas industri ini sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga menyentuh angka 9 persen, menjadikannya yang tertinggi di seluruh Jawa Tengah.

Gareth kembali menegaskan bahwa Jawa Tengah masih menyimpan potensi pengembangan industri yang sangat masif. Ia menilai rencana Pemprov Jateng untuk memperluas dan menambah kawasan industri baru merupakan strategi jitu. Langkah progresif ini pasti akan membuahkan dampak positif bagi laju pertumbuhan ekonomi dan masa depan provinsi tersebut.

“Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat,” jelasnya saat itu.

Sebagai catatan, Sembcorp Industries merupakan perusahaan multinasional yang bermarkas di Singapura. Korporasi ini telah menjalin hubungan sebagai mitra strategis Provinsi Jawa Tengah sejak 2016 silam. Hingga hari ini, kedua belah pihak terus memfokuskan kerja sama pada pengembangan sektor industri, energi, dan kawasan berkelanjutan, dengan titik berat pada optimalisasi KEK Kendal.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA