Percepat Transformasi Industri Hijau, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Insentif Pajak di Jateng

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Jul 2026 13:41 9 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat komitmennya untuk mempercepat transformasi menuju ekosistem industri hijau. Pemprov mewujudkan langkah ini dengan memberikan penghargaan bergengsi kepada jajaran pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, para pelaku usaha, hingga sekolah tingkat SMA/SMK. Penyerahan apresiasi ini berlangsung meriah dalam ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Grand Candi Hotel Semarang, Kamis (23/7/2026).

Sejumlah tokoh penting hadir langsung menyaksikan momen strategis ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tampak hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, juga turut meramaikan perhelatan tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penganugerahan ini melampaui sekadar seremonial apresiasi. Ia merancang program ini sebagai strategi jitu untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan industri hijau sebagai fondasi utama dalam menggerakkan roda pembangunan ekonomi Jawa Tengah.

“Orientasi kegiatan kita memberikan awards kepada pemerintah kabupaten/ kota, SMA, kawasan industri, industri besar maupun industri kecil. Tujuannya bukan hanya sekadar mendapatkan awards, tetapi menjadi pilihan sekaligus kebutuhan, bahwa ke depan Jawa Tengah harus mengedepankan industri hijau, sustainable, dan energi terbarukan,” kata Luthfi.

Luthfi meyakini konsistensi penerapan industri hijau akan mendongkrak daya saing Jawa Tengah di panggung internasional. Langkah berani ini secara otomatis memamerkan komitmen kuat daerah terhadap implementasi ekonomi hijau (green economy) secara berkelanjutan.

“Dunia internasional akan melihat bahwa Jawa Tengah telah menerapkan green economy. Mulai dari hulu sampai hilir akan kita laksanakan, baik industri kecil, menengah, besar, pemerintah kabupaten/kota maupun kawasan industri. Green economy menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Guna mempercepat proses transformasi krusial ini, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan serangkaian skema insentif menarik. Pemerintah akan menyalurkan insentif tersebut khusus bagi para pelaku usaha dan kawasan industri yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

“Untuk kawasan industri akan mendapatkan insentif pajak, apabila menerapkan industri hijau maupun energi terbarukan. Itu sudah saya perintahkan kepada dinas kita. Selain itu juga akan mendapatkan prioritas-prioritas lain yang ke depan akan menjadi daya tarik, karena ini merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Gubernur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia, menjelaskan tujuan spesifik dari pemberian penghargaan ini. Ia menyebut Pemprov ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada mereka yang telah membuktikan komitmen nyata dalam menjalankan operasional berwawasan lingkungan.

“Penghargaan ini juga menjadi instrumen untuk mendorong percepatan transformasi industri menuju industri yang lebih efisien, berdaya saing, rendah emisi, dan berkelanjutan,” terangnya.

Panitia membagi penganugerahan ini ke dalam lima kategori utama. Kategori tersebut meliputi pemerintah daerah dengan komitmen industri hijau terbaik, kawasan industri bertransformasi hijau, serta industri besar dan menengah dengan transformasi terbaik. Panitia juga memberikan porsi penghargaan bagi industri kecil yang sukses beralih menuju industri hijau, sekaligus mengapresiasi SMA/SMK terbaik yang aktif menyokong program pendidikan hijau.

Momen ini juga menjadi saksi penandatanganan perjanjian kerja sama strategis antara Disperindag Jawa Tengah dan Amdatara. Kedua pihak bersepakat untuk mendampingi 1.000 Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar sukses bertransformasi ke arah industri hijau hingga tahun 2027 mendatang.

Hebatnya lagi, Pemprov Jawa Tengah sukses menggelar seluruh rangkaian acara Jateng Green Industrial Summit 2026 ini tanpa menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Acara ini murni mengandalkan dukungan kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) bersama PT Sucofindo dan Amdatara.

‘Ini murni dari kemitraan tanpa dana APBD,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA