Pemprov Jateng Perkuat SDM, 10 PNS Raih Beasiswa S2 dan S3 Cost Sharing Bappenas

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 14:57 9 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Pemprov Jateng mewujudkan komitmen tersebut dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang perencanaan pembangunan lewat program beasiswa cost sharing (berbagi biaya).

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto, mengungkapkan Kementerian PPN/Bappenas baru meluncurkan program beasiswa ini pada tahun ini. Sebanyak 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari lingkungan Pemprov Jateng berhasil lolos seleksi untuk menerima bantuan pendidikan bergengsi tersebut.

Para penerima beasiswa ini akan melanjutkan studi magister (S2) dan doktoral (S3) pada berbagai disiplin ilmu strategis. Mereka siap menempuh pendidikan tinggi di empat kampus top Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga.

“Adanya program cost sharing ini sangat bermanfaat dan tentu bisa mendukung peningkatan mutu ASN di Jawa Tengah. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, ini sangat membantu. Jadi ada pembiayaan SPP dari Bappenas dan living cost-nya (biaya hidup) dari APBD masing-masing daerah,” ucapnya dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Program Beasiswa Cost Sharing di Kantor Kementerian PPN/Bappenas pada Selasa, 28 Juli 2026.

Dhoni menambahkan, Pemprov Jateng selama ini selalu berupaya mendongkrak kompetensi ASN. Saat ini, pemerintah daerah telah menjalankan sistem meritokrasi dengan cukup baik. Pemprov tentu membutuhkan ASN bermutu tinggi agar sistem meritokrasi tersebut berjalan semakin optimal.

“Gubernur Ahmad Luthfi punya komitmen untuk meningkatkan sistem merit tersebut. Kami akan tempatkan kembali sesuai dengan komitmen keilmuan sebagai penerima beasiswa. Semoga ini bisa mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi misi Jawa Tengah,” jelasnya.

Bhakti Damar Jati, salah seorang penerima beasiswa asal Jawa Tengah, menilai program beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan semata. Ia menganggap inisiatif ini sebagai wujud nyata dukungan pemerintah pusat untuk mendongkrak kapasitas ASN di seluruh Indonesia.

“Semoga setelah pendidikan dapat mengabdi dan mengamalkan ilmu dalam pelayanan publik dan merencanakan pembangunan,” ucap ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Sepanjang tahun 2026, Kementerian PPN/Bappenas telah menyeleksi dan menetapkan ratusan pegawai negeri sebagai penerima beasiswa (karyasiswa) untuk memperluas keahlian mereka. Data kementerian mencatat 49 ASN menerima beasiswa internal, 56 orang mendapat beasiswa S2 afirmasi, dan 35 orang memenangi beasiswa cost sharing. Bappenas juga mengirimkan beberapa ASN untuk mengambil beasiswa luar negeri di Australia dan Singapura.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci penentu kemajuan suatu wilayah dan negara. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh merancang program peningkatan kualitas SDM secara asal-asalan.

“Sumber daya alam (SDA) boleh melimpah, tetapi selama modal manusia atau SDM tidak cukup kapasitas dan kemampuannya, maka sumber daya alam akan sia-sia,” katanya.

Sang menteri menerangkan bahwa setiap negara harus memulai pembangunan dari sektor pendidikan. Banyak negara maju telah membuktikan keberhasilan formula tersebut. Perencanaan pembangunan yang cermat mutlak membutuhkan SDM yang berkualitas dan kompeten.

Rachmat memuji beberapa daerah, termasuk Jawa Tengah, yang sudah merancang pembangunan daerah dengan sangat matang. Ia juga menyoroti keunggulan Jawa Tengah yang memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas sebagai pabrik pencetak SDM.

“Tampaknya merencanakan itu mudah, tetapi membuat rencana yang baik tidak mudah. Bappenas salah satu tempat terbaik (untuk) merencanakan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kami ingin menularkan ilmu itu kepada daerah-daerah yang membutuhkan,” jelasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA