Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tawang, Ahmad Luthfi: Ini Warisan Sejarah

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jul 2026 13:45 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendampingi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat meresmikan proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang pada Kamis (30/7/2026). Pemerintah merancang proyek perombakan ini dengan tujuan ganda, yakni mendongkrak kualitas pelayanan transportasi publik sekaligus merawat kelestarian bangunan bersejarah.

Prosesi peresmian fasilitas publik tersebut berlangsung khidmat. Presiden Prabowo menekan tombol sirene sebagai tanda peresmian operasional, bersanding dengan Gubernur Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Menjumpai awak media usai acara, Ahmad Luthfi menegaskan peran vital Stasiun Semarang Tawang. Ia menilai ikon Kota Semarang tersebut bukan sekadar tempat operasional kereta api, melainkan sebuah aset sejarah berharga yang wajib mendapat penjagaan kelestariannya.

“Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api,” kata Ahmad Luthfi.

Senada dengan sang Gubernur, Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah memugar stasiun-stasiun kuno merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melestarikan warisan bangsa. Kepala Negara juga melontarkan apresiasi atas gerak cepat PT KAI mengeksekusi revitalisasi tanpa sedikit pun mengikis karakter asli maupun nilai historis bangunan.

Sebagai informasi, PT KAI mengebut pengerjaan revitalisasi tahap pertama ini selama 240 hari kalender, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Tim proyek menata ulang sejumlah area krusial, mulai dari ruang tunggu luxury, ruang VIP, aula utama, hingga area selasar. Pekerja juga secara khusus memperbesar kapasitas sistem drainase guna menangkal ancaman genangan air dan banjir rob yang kerap mengepung kawasan tersebut.

Lebih jauh, proses pemugaran ini sukses mengembalikan wujud fasad (wajah depan) stasiun kembali ke desain aslinya. Untuk mewujudkan akurasi arsitektur ini, pelaksana proyek menggandeng tim ahli cagar budaya agar seluruh tahapan perbaikan patuh pada regulasi pelestarian bangunan bersejarah.

Menilik jejak rekamnya, perusahaan kereta api kolonial Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) mulai membangun Stasiun Semarang Tawang pada tahun 1911 dan meresmikannya pada tahun 1914. Pemerintah pusat kini telah mendaftarkan mahakarya rancangan arsitek Belanda, Sloth-Blauwboer, tersebut sebagai bangunan cagar budaya.

Usai merampungkan seluruh agenda peresmian di Semarang, Ahmad Luthfi melanjutkan tugasnya mendampingi Presiden Prabowo. Rombongan pejabat negara ini langsung bertolak menuju Kabupaten Batang dengan menumpangi kereta api (KA) Nusantara Explorer.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA