BGN Validasi Data MBG, Sekitar 6 Juta Data Ganda Dihapus

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 19:16 6 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat akurasi data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan sinkronisasi lintas kementerian. Dari proses tersebut, BGN menemukan sekitar 6 juta data ganda yang kini sedang dibersihkan agar tidak terjadi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemadanan data menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan efektif dan seluruh bantuan diterima oleh sasaran yang tepat.

“Kami menemukan sekitar enam juta data ganda yang saat ini sedang kami rapikan melalui sinkronisasi data antar-kementerian,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sudaryono, data ganda muncul karena satu orang dapat masuk dalam lebih dari satu basis data pemerintah.

Misalnya, seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. Kondisi tersebut membuat identitas yang sama tercatat di data Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama.

“Semua data itu kami cocokkan agar setiap penerima hanya memiliki satu identitas dalam sistem MBG,” jelasnya.

Proses sinkronisasi melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta Badan Gizi Nasional.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah ingin membangun satu basis data penerima manfaat yang lebih akurat sehingga potensi tumpang tindih dapat dihilangkan.

Sudaryono menegaskan koordinasi lintas kementerian menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program MBG yang menyasar puluhan juta peserta didik di Indonesia.

Berdasarkan hasil validasi terbaru, pemerintah berhasil menghapus 4.864.467 data ganda peserta didik.

Selain itu, terdapat 845.660 data guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang juga berhasil dibersihkan dari sistem.

Setelah proses validasi selesai, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid mencapai 42.847.940 siswa serta 3.351.568 guru dan tenaga kependidikan.

BGN memastikan proses pembaruan data akan terus dilakukan secara berkala seiring bertambahnya cakupan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Dengan basis data yang telah divalidasi, pemerintah berharap penyaluran MBG berlangsung lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu mendukung peningkatan kualitas gizi peserta didik tanpa adanya penerima ganda.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah di seluruh Indonesia. (**)

LAINNYA