Kejar Bus yang Mulai Berangkat, Lansia Jatuh di Halte Trans Semarang Balai Kota

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 14:38 15 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Seorang perempuan lanjut usia mengalami kecelakaan saat berusaha mengejar bus Trans Semarang yang mulai meninggalkan Halte BRT Balai Kota, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jumat (21/8/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diketahui bernama Sumiyem (61), warga Kemijen, Semarang Timur.

Sumiyem saat itu hendak melanjutkan perjalanan menuju Terminal Mangkang setelah transit di Halte Balai Kota. Namun, ketika bus yang dituju mulai bergerak, ia berlari dan berusaha masuk ke dalam armada.

Upaya tersebut berakhir dengan korban terjatuh ke jalan.

Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kecelakaan penumpang tersebut.

“Informasi yang kami terima memang betul adanya terjadi laka penumpang Trans Semarang pagi tadi sekitar jam 06.00. Tepatnya di Halte Balai Kota,” kata Haris, Jumat (21/8/2026).

Haris menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas dan rekaman CCTV armada, proses naik-turun penumpang telah selesai sebelum kejadian.

Pintu bus kemudian mulai menutup. Pada saat yang sama, armada bergerak perlahan meninggalkan halte.

Namun, Sumiyem justru berlari mengejar bus tersebut.

“Berdasarkan keterangan petugas kami di lapangan dan CCTV armada, armada sudah selesai menaik-turunkan penumpang dan pintu bus sudah mulai perlahan menutup. Tiba-tiba yang bersangkutan lari ke arah bus,” ujarnya.

Bus yang dituju korban merupakan armada Trans Semarang Koridor 1 dengan tujuan Mangkang.

Sebelumnya, Sumiyem diketahui menggunakan Trans Semarang Koridor 2 dan kemudian transit di Halte Balai Kota.

“Dari CCTV armada, bus sebenarnya sudah mulai jalan pelan dan pintu sudah mulai menutup. Tiba-tiba ibu itu lompat dari halte ke arah armada,” kata Haris.

Petugas yang berada di sekitar halte sempat berusaha mencegah korban. Namun, kejadian berlangsung sangat cepat sehingga korban akhirnya terjatuh.

“Bisa dibilang memaksa masuk. Petugas kami yang hendak menangkap pun juga tidak bisa. Akhirnya ibu itu jatuh,” ujarnya.

Manajemen Trans Semarang belum dapat memastikan secara pasti bagaimana korban mengalami luka.

Berdasarkan informasi sementara, Sumiyem mengalami luka pada bagian kaki.

Haris mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari petugas yang mendampingi korban di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

“Kalau detailnya tertabrak atau tidak, kami belum begitu tahu. Yang jelas pintu sudah mulai menutup, yang bersangkutan tidak masuk. Mungkin terkena pintu, kemudian terpental kembali ke belakang dan jatuh,” jelasnya.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis dan hingga kini masih menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi.

Pasca kejadian, manajemen Trans Semarang bersama pihak operator armada langsung melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.

Koordinasi juga dilakukan dengan Jasa Raharja terkait penanganan kecelakaan tersebut.

“Manajemen Trans Semarang dan pihak operator melakukan pendampingan di Rumah Sakit Kariadi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dengan Jasa Raharja,” tutur Haris.

Menurut dia, Jasa Raharja telah menyatakan kesediaannya memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah dari pihak Jasa Raharja berkenan meng-cover kejadian laka ini. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” katanya.

Manajemen Trans Semarang belum menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Haris mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pendalaman terhadap rekaman CCTV, keterangan petugas, serta kondisi korban.

Ia menegaskan, manajemen tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian terhadap kejadian tersebut.

“Kalau kita tanya kesalahan, ya semuanya salah. Kita tidak bisa bilang salah si A atau si B. Yang jelas dari rekaman CCTV seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, pembahasan lebih lanjut dengan keluarga korban terkait penyelesaian insiden akan dilakukan setelah Sumiyem selesai menjalani perawatan.

“Kami sudah mendapat informasi bahwasanya untuk penyelesaian perkara baru akan kita diskusikan pasca korban pulang dari rumah sakit,” pungkas Haris.(**)

LAINNYA