
NALARMEDIA.COM – Regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang mulai menunjukkan wajah baru. Sekitar 70 persen peserta Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) calon Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kota Semarang merupakan kader yang masuk kategori Generasi Z.
UKK calon Ketua DPAC PKB periode 2026-2031 tersebut digelar DPC PKB Kota Semarang di Kantor DPC PKB, Jalan Majapahit Nomor 101, Minggu (23/8/2026).
Sebanyak 64 peserta dari 16 kecamatan mengikuti proses seleksi. Masing-masing kecamatan mengirimkan empat peserta, terdiri atas tiga peserta dengan batas usia maksimal 35 tahun dan satu peserta berusia di atas 35 tahun.
Khusus peserta berusia di atas 35 tahun, terdapat persyaratan tambahan berupa ketokohan serta rekam jejak yang baik di masyarakat maupun internal organisasi.
Ketua DPC PKB Kota Semarang sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Semarang, H. Ma’ruf, S.Pd.I, mengatakan dominasi peserta muda menjadi gambaran bahwa proses regenerasi kepemimpinan partai mulai tumbuh dari tingkat kecamatan.
“Bagi kami, mereka membawa energi segar untuk memperkuat basis PKB di Kota Semarang,” kata Ma’ruf saat meninjau pelaksanaan UKK.
Menurut Ma’ruf, UKK menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kesiapan kader muda dalam mengambil tanggung jawab yang lebih besar di internal partai.
Ia mengatakan, perubahan demografi pemilih membuat keberadaan generasi muda semakin penting dalam penguatan organisasi politik.
“Perkembangan pemilih saat ini akan banyak dari Gen Z, usia maksimal 35 tahun. Tentunya tujuannya juga untuk menjaring pemilih yang siap mengonsolidasikan organisasi, baik di tingkat DPAC, ranting maupun DPC,” ujarnya.
Meski demikian, Ma’ruf menegaskan bahwa faktor usia tidak menjadi satu-satunya ukuran dalam proses seleksi calon Ketua DPAC.
Setiap peserta tetap harus menunjukkan kemampuan dan kualitas kepemimpinan melalui sejumlah indikator yang telah ditentukan.
“Mereka juga harus diuji tentang kompetensi, loyalitas, rekam jejak, visi-misi, pemahaman organisasi hingga wawasan kebangsaan,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, PKB ingin memastikan kader yang nantinya dipercaya menjadi Ketua DPAC mempunyai kapasitas untuk mengelola organisasi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.

UKK diikuti 64 peserta yang berasal dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, gagasan serta pemahaman mereka mengenai organisasi dan kepemimpinan.
Pelaksanaan UKK juga merupakan tindak lanjut instruksi DPP PKB yang disesuaikan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Untuk menjaga objektivitas, proses pengujian melibatkan dua orang penguji dari DPW PKB Jawa Tengah dan satu orang dari DPC PKB Kota Semarang.
Materi yang diuji mencakup berbagai aspek, antara lain kompetensi, loyalitas, rekam jejak, visi-misi, pemahaman organisasi serta wawasan kebangsaan.
Ma’ruf menyebut Ketua DPAC mempunyai posisi penting dalam menjalankan organisasi di tingkat kecamatan.
“Karena PKB sekarang adalah partai terbuka, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi kalangan muda dan mereka yang berpengalaman untuk berkolaborasi, bersama-sama tumbuh, menghidupkan hingga membesarkan PKB,” ungkapnya.
Usai seluruh peserta mengikuti UKK, tim penguji akan melakukan tabulasi dan penilaian. Hasil tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan DPW PKB Jawa Tengah untuk menentukan calon Ketua DPAC.
“Setelah UKK, ini ranahnya DPW PKB Jawa Tengah yang akan menilai. Kemudian ditentukan satu orang menjadi Ketua DPAC,” kata Ma’ruf.
Ia menjelaskan, peserta lain yang dinilai memenuhi kriteria nantinya dapat mengisi posisi struktural lainnya, seperti Sekretaris, Bendahara maupun Wakil Ketua. Sementara Dewan Syuro di masing-masing kecamatan juga akan ditentukan dalam tahapan berikutnya.
“Termasuk Dewan Syuro di tiap kecamatan akan ditentukan. Tapi di UKK tidak ada tes untuk Dewan Syuro,” imbuhnya.
Hasil UKK rencananya diumumkan secara bertahap melalui website resmi DPW PKB Jawa Tengah dengan pembagian tiga wilayah zonasi.
Setelah seluruh tahapan seleksi rampung, Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kota Semarang dijadwalkan mulai digelar pada awal September 2026.
Proses seleksi ini menjadi bagian dari langkah PKB Kota Semarang menyiapkan struktur organisasi periode 2026-2031.
Keterlibatan kader muda dalam jumlah besar menunjukkan adanya ruang regenerasi yang semakin terbuka. Para peserta tidak hanya berasal dari kader yang telah lama aktif, tetapi juga menghadirkan wajah-wajah baru yang siap mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi.
PKB berharap kader yang nantinya terpilih mampu menjadi penggerak organisasi di tingkat akar rumput, sekaligus membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Dominasi Gen Z dalam UKK calon Ketua DPAC pun menjadi salah satu indikator bahwa regenerasi kepemimpinan PKB Kota Semarang mulai bergerak ke arah yang lebih muda, dengan tetap mempertahankan pengalaman dan kapasitas kader senior. (**)