Gali Potensi Olahraga Dayung, Pemprov Jateng dan PODSI Siap Cetak Atlet Berprestasi

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 22:34 21 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Tengah untuk mendongkrak prestasi olahraga dayung, terutama melalui program pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

Kesepakatan sinergi ini terjalin kuat ketika Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Jawa Tengah menggelar audiensi langsung dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Kota Semarang, pada Rabu (2/9/2026).

Ketua Pengprov PODSI Jawa Tengah, Maryadi Utama, meyakini wilayahnya menyimpan potensi raksasa untuk mengembangkan cabang olahraga dayung. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki fasilitas perairan yang melimpah sekaligus menyimpan banyak stok bibit atlet berbakat untuk masa depan.

“Potensi olahraga dayung kita sangat luar biasa. Deri segi sarana kita punya banyak bendungan, rawa, hingga banjir kanal atau sungai. Daerah juga tidak kekurangan atlet,” kata dia.

Kendati memiliki potensi besar, cabang olahraga dayung Jawa Tengah belakangan ini mengalami puasa gelar di level elite nasional. Catatan prestasi tertinggi terakhir datang dari atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, yang sukses merebut medali perunggu pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 silam. Merespons kondisi tersebut, pengurus PODSI mendesak semua pihak untuk membangun kolaborasi solid, mulai dari pembinaan rutin, pembaruan peralatan tanding, hingga penyelenggaraan berbagai kejuaraan daerah.

“Tadi kami juga laporkan tentang kesiapan Popda Jateng, kemudian rencana untuk Porprov Jateng, serta rencana Kejurprov Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur,” katanya.

Menyongsong agenda Porprov pada awal Oktober 2026 mendatang, panitia menetapkan kawasan Rawa Pening sebagai arena utama pertandingan cabang olahraga dayung. Saat ini, pihak penyelenggara terus mematangkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membersihkan hamparan eceng gondok yang menutupi lokasi perlombaan.

“Rawa Pening itu potensi wisatanya sangat besar. Jadi selain untuk olahraga, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisatanya. Orang yang berdatangan tentunya akan belanja minum dan makan, sehingga ekonomi akan bergerak,” ujarnya.

Merespons pemaparan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk menyokong program pembinaan olahraga air tersebut. Ia menginstruksikan para pengurus agar segera merajut koordinasi intensif dengan KONI Jawa Tengah supaya alur pembinaan atlet berjalan harmonis dan tepat sasaran.

“Kami akan dukung, koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengapresiasi konsistensi PODSI dalam menjalankan roda pembinaan atlet dayung selama ini. Ia menilai perluasan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama untuk memoles cabang olahraga dayung agar kembali mendulang prestasi emas.

“Koordinasi tersebut tidak hanya pembinaan atlet dan kejuaraan. Kami juga berupaya berkordinasi dan kolaborasi dengan BBWS dan pihak terkait, karena tempatnya seperti sungai dan rawa itu wewenangnya ada di BBWS dan kabupaten. Ini harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA