Rektor USM Dr Supari gelar audiensi dengan Tenaga Ahli Utama KSP Dr Hartanto.NALARMEDIA.COM – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T., M.T., menggelar audiensi ke Kantor Staf Presiden (KSP) di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Langkah strategis ini ia lakukan demi memperkuat jalur komunikasi sekaligus membangun sinergi nyata antara institusi pendidikan dan pemerintah pusat.
Tenaga Ahli Utama KSP Republik Indonesia, Dr. Hartanto, M.H., M.Mar.E., menyambut langsung kedatangan Rektor USM. Tokoh penting yang juga malang melintang di sektor kemaritiman nasional tersebut menerima rombongan akademik dengan tangan terbuka.
Kedua tokoh tersebut menggelar diskusi dalam suasana yang hangat dan konstruktif. Mereka membahas tuntas berbagai peluang kolaborasi serta mencari celah agar perguruan tinggi bisa berkontribusi lebih masif dalam mendukung visi pembangunan nasional.
Rektor Supari memanfaatkan momentum audiensi ini untuk memperkenalkan ragam potensi unggulan Universitas Semarang. Ia menonjolkan kekuatan USM pada bidang pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, program pengabdian kepada masyarakat, hingga pencetakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan kompeten. Kampus memegang peran sangat strategis untuk menawarkan solusi-solusi jitu dalam mengurai berbagai persoalan yang tengah mencekik masyarakat dan bangsa.
“Audiensi ini merupakan bagian dari upaya Universitas Semarang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah. Kami ingin potensi yang dimiliki kampus, baik melalui pendidikan, penelitian, inovasi maupun pengabdian kepada masyarakat, dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Dr Supari.
Dr. Supari juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat kolaborasi dua arah dengan insan akademik. Ia tidak ingin berbagai hasil kajian, rumusan pemikiran, dan inovasi dari laboratorium kampus hanya mengendap di rak perpustakaan, melainkan harus segera pemerintah implementasikan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
“USM tidak ingin hanya menjadi institusi yang menghasilkan lulusan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari solusi. Karena itu, kami terbuka untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dengan pemerintah, sehingga kepakaran dan inovasi yang ada di kampus dapat memberikan dampak yang lebih luas,” tegas Dr Supari.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Hartanto merespons positif inisiatif Rektor USM. Ia menilai perguruan tinggi menempati posisi yang sangat krusial dalam rantai pembangunan negara karena kampus memiliki cadangan SDM mumpuni, barisan pakar, dan deretan hasil penelitian yang bisa pemerintah jadikan amunisi untuk memecahkan krisis di masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada sumber daya manusia, keilmuan, dan hasil penelitian. Karena itu, komunikasi dan sinergi seperti ini penting untuk terus dibangun agar potensi yang dimiliki kampus dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Dr Hartanto.
Ia menaruh harapan besar agar pemerintah dan pihak kampus terus mengembangkan hubungan timbal balik ini. Dr. Hartanto mendorong terwujudnya kesepakatan kerja sama yang lebih konkret, produktif, dan pastinya berkesinambungan untuk jangka panjang.
Pertemuan strategis ini sekaligus mengukuhkan komitmen Universitas Semarang untuk terus melebarkan sayap jejaring kelembagaannya. USM menyatakan kesiapannya untuk mengambil porsi peran yang lebih aktif dalam mengawal laju pembangunan nasional dengan memaksimalkan seluruh potensi akademik yang mereka miliki.
“Kami berharap audiensi ini tidak berhenti sebagai silaturahmi, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat konkret. USM siap berkontribusi dan bersinergi untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkas Dr Supari.