Kepala Dishub Semarang Danang Kurniawan.NALARMEDIA.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama demi menyukseskan pergelaran MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Petugas akan memberlakukan pengalihan arus kendaraan mulai Sabtu (12/9/2026) pukul 16.00 WIB hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan pengaturan lalu lintas paling ketat saat upacara pembukaan dan penutupan MTQ yang berpusat di kawasan Simpang Lima.
“Jadi ada ada beberapa rangkaian kegiatan dari pembukaan sampai penutupan (MTQ Nasional, Red). Untuk pembukaan penutupan sendiri dilaksanakan di Simpang Lima,” kata Danang.
Danang menambahkan, setiap kali Simpang Lima menjadi lokasi acara besar, Dishub pasti mengalihkan arus agar kegiatan berjalan khidmat tanpa gangguan suara bising maupun lalu-lalang kendaraan.
“Seperti biasa, kalau memang diberlakukan secara full pengalihan arus, tentunya sama seperti saat Car Free Day. Itu kan sudah protap dari kami dengan Satlantas,” kata dia.
Untuk merealisasikan hal tersebut, petugas menerapkan sistem ring atau penyekatan berlapis. Kendaraan dari arah Jalan Pandanaran akan petugas hadang di Simpang Warak Ngendog dan area Pandanaran 2 dekat Istana Buah. Sementara itu, pengendara dari arah Tugu Muda yang menuju timur atau selatan harus memutar melalui kawasan Tri Lomba Juang (TLJ) untuk bisa mencapai Jalan Pahlawan.
Penyekatan juga menyasar kendaraan dari arah timur. Petugas akan membelokkan arus di Jalan Ahmad Yani melalui Simpang RRI dan persimpangan sebelum Hotel Louis Kienne.
“Semua kendaraan yang arah ke Simpang Lima akan dialihkan. Kemudian yang di Pahlawan juga begitu. Namun, akses khusus tetap disiapkan untuk peserta dan tamu VIP,” ujarnya.
Guna mencegah penumpukan kendaraan di sekitar arena utama, Dishub telah menyiagakan sejumlah kantong parkir strategis bagi masyarakat umum maupun kafilah MTQ.
“Parkir masyarakat antara lain diarahkan ke Jalan Pahlawan, kawasan TIK dan Tri Lomba Juang. Ruas Jalan Gajah Mada juga dapat digunakan sebagai lokasi parkir,” imbuh Danang.
Khusus rombongan peserta berskala besar, petugas menyediakan lahan parkir luas di lapangan sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) dan kawasan eks-Wonderia. Pemkot Semarang juga memfasilitasi mobilitas peserta menuju Simpang Lima menggunakan armada khusus.
“Shuttle bus, mobil golf, dan bus listrik kita siapkan,” ujar Danang.
Total armada yang beroperasi mencakup dua bus listrik, dua bus sekolah, dan tiga unit shuttle bus untuk mengantar jemput peserta dari titik parkir ke lokasi acara.
Rekayasa lalu lintas tidak hanya mengunci Simpang Lima. Jalan Pemuda juga mendapat perhatian khusus karena menjadi jalur utama sejumlah agenda penting MTQ Nasional.
Pada Sabtu pagi (12/9/2026), ribuan peserta siap menyemarakkan Pawai Taaruf. Iring-iringan ini mengambil titik awal di Balai Kota Semarang dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Rute pawai membentang dari Jalan Pemuda, melintasi Tugu Muda, masuk ke Jalan Pandanaran, berbelok ke kawasan Tri Lomba Juang, melipir ke TIK, dan berujung di Kantor Gubernur.
Dishub akan mensterilkan Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran selama pawai berlangsung. Setelah rombongan melintas, petugas akan segera membuka kembali akses jalan raya. Danang menargetkan pawai yang bergerak mulai pukul 07.30 WIB ini akan tuntas dalam waktu maksimal dua jam.
Tantangan lalu lintas yang jauh lebih berat justru mengintai pada Sabtu sore saat panitia menggelar agenda pemecahan rekor MURI. Acara raksasa ini akan menyedot sekitar 23.500 peserta. Demi menghindari kelumpuhan jalan, panitia melarang peserta datang secara bersamaan.
“Ada yang dari rombongan SMA, SMP, pelajar, kemudian PNS, ormas dan lain-lain. Mereka sudah dibagi di Jalan Pemuda dan datangnya tidak bersamaan,” jelas Danang.
Merespons kedatangan massa masif tersebut, petugas akan menutup total Jalan Pemuda. Dishub juga menyiapkan rekayasa arus di kawasan Simpang Paragon. Sebagai solusi pengurai kemacetan, petugas akan merekayasa Jalan Imam Bonjol mulai dari Simpang Pierre Tendean hingga Wisma Perdamaian Tugu Muda menjadi dua arah.
Peserta acara MURI bisa menitipkan kendaraan mereka di berbagai lokasi, seperti gedung parkir Balai Kota, Museum Mandala, basement Pasar Bulu, Wisma Perdamaian, kampus Udinus, Gedung Pandanaran, hingga kompleks kantor Pemprov Jateng. Pengendara dari arah utara juga bisa memanfaatkan kantong parkir instansi pemerintah dan area parkir swasta di DP Mall maupun Paragon.
Mengingat padatnya mobilitas selama acara, Danang mendesak masyarakat untuk mempertimbangkan kembali rencana bepergian melewati area terdampak, khususnya pada Sabtu malam. Ia menyoroti volume kendaraan di Jalan Pemuda pada hari biasa yang bisa mencapai 6.200 unit per jam.
“Tidak ada event saja sudah padat malam Minggu, apalagi ada event,” ujarnya.
Karena itu, Dishub meminta warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk mencari rute alternatif.
“Kalau tidak penting banget, ya sudahlah kita nonton saja di belakang layar atau di rumah. Kalau memang ada perlu, silakan mengakses jalan yang di luar area-area yang kita alihkan,” kata Danang.
Untuk memastikan kelancaran seluruh skenario ini, aparat mendirikan posko pengamanan terpadu. Anggota Dishub, Satpol PP, dan Satlantas akan berjaga bahu-membahu di depan Masjid Baiturrahman Simpang Lima serta titik-titik rawan macet lainnya.
Dishub juga telah menyusun rencana cadangan yang jauh lebih ketat apabila Presiden atau Wakil Presiden RI mengonfirmasi kehadiran di ajang MTQ Nasional XXXI ini.
“Pasti. Kita seperti biasanya menunggu instruksi dari Paspampres. Sementara yang kita siapkan dengan Satlantas Polrestabes seperti itu,” katanya.