Jaga Ekosistem Laut Karimunjawa, 100 Meter Persegi Terumbu Karang Direhabilitasi

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Sep 2026 10:17 18 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi terumbu karang di Perairan Tanjung Gelam, Taman Nasional Karimunjawa, Jepara.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports Konservasi Bahari dalam rangka memperingati HUT ke-2 PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).

Rehabilitasi dilakukan pada area seluas 100 meter persegi melalui kegiatan transplantasi terumbu karang yang berlangsung pada 4–5 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Bandara Ahmad Yani Semarang dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa dan komunitas lokal Omah Karang yang selama ini aktif dalam upaya konservasi serta restorasi terumbu karang di Karimunjawa.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan secara simbolis diserahkan Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Adi Nugroho, kepada Ketua Omah Karang, Suherman.

Penyerahan turut didampingi Regional CEO Kantor Regional IV Rahadian D. Yogisworo dan General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto.

Rahadian mengatakan Karimunjawa memiliki kekayaan ekosistem laut yang menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut. Karena itu, rehabilitasi terumbu karang menjadi langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus potensi wisata bahari.

“Karimunjawa merupakan salah satu destinasi dengan kekayaan bahari yang luar biasa, sehingga rehabilitasi terumbu karang menjadi langkah konkret untuk memastikan potensi tersebut dapat terus dinikmati oleh masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Rahadian.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan sebanyak 1.300 fragmen karang jenis Acropora spp. dan Porites spp. ditanam serta dipasang pada media rehabilitasi di lokasi transplantasi.

“Sebanyak 1.300 fragmen karang jenis Acropora spp. dan Porites spp. ditanam dan dipasang pada media rehabilitasi yang telah ditempatkan di lokasi transplantasi,” kata Sulistyo.

Untuk mendukung proses rehabilitasi, sebanyak 100 unit spider web dan satu unit biorock dipasang sebagai media transplantasi terumbu karang.

Menurut Sulistyo, program tersebut bertujuan memulihkan dan meningkatkan kondisi ekosistem terumbu karang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas tutupan karang hidup sekaligus menyediakan habitat yang lebih baik bagi berbagai jenis biota laut.

Program konservasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan ekosistem laut secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pengelola kawasan, masyarakat, komunitas, dan mitra TJSL.

“Konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui program ini, kami melihat bagaimana perusahaan, Balai Taman Nasional, komunitas, dan stakeholder daerah dapat bergerak bersama untuk memberikan manfaat bagi ekosistem,” ungkap Sulistyo.

Ia berharap rehabilitasi terumbu karang tersebut dapat terus dipantau dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian laut serta masyarakat Karimunjawa.

Sulistyo juga menilai Karimunjawa bukan hanya memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, tetapi juga merupakan destinasi wisata dengan potensi besar bagi perekonomian masyarakat.

Karena itu, menjaga kelestarian ekosistem laut dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan pariwisata Karimunjawa dapat tumbuh secara berkelanjutan.(**)

LAINNYA