Buka Festival Literasi, Nawal Arafah Dorong Transformasi Perpustakaan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 17:38 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, melempar usulan inovatif kepada pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas buku bacaan di dalam armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng. Langkah strategis ini ia dorong guna menumbuhkan minat baca warga di ruang-ruang publik.

Gagasan segar ini mencuat saat Nawal meresmikan pembukaan Festival Literasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Mall Uptown, Kota Semarang, pada Jumat (11/9/2026). Perhelatan akbar tersebut turut mengundang Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, jajaran kepala daerah, serta para Bunda Literasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Nawal melihat tingginya lonjakan penumpang armada Trans Jateng belakangan ini sebagai peluang emas untuk mendekatkan akses literasi kepada masyarakat luas. Ia berharap warga bisa memanfaatkan waktu luang selama menempuh perjalanan untuk membaca buku.

“Trans Jateng saat ini mengalami lonjakan penumpang yang sangat luar biasa. Jadi, para penumpang bisa menikmati perjalanan sambil membaca buku,” ujar Nawal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampanye pembudayaan literasi tidak boleh hanya mengurung diri di tembok sekolah atau perpustakaan formal. Pemerintah harus proaktif menghadirkan akses bahan bacaan di berbagai fasilitas publik dan lingkungan keluarga.

Nawal juga mengingatkan bahwa tantangan literasi era modern tidak lagi sebatas kemampuan merangkai huruf atau bebas buta aksara. Masyarakat masa kini menuntut penguasaan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis untuk menyaring dan menangkal peredaran informasi hoaks.

Selain itu, ia menyoroti urgensi transformasi wajah perpustakaan daerah. Pemerintah harus merombak citra perpustakaan yang selama ini terkesan kaku, sepi, dan penuh aturan ketat, menjadi ruang publik yang interaktif. Nawal mendorong pengelola perpustakaan untuk memadukan fasilitas mereka dengan kafe, co-working space, hingga wadah berekspresi bagi kelompok anak muda.

“Literasi bukan tentang siapa yang paling banyak membaca, tetapi siapa yang menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk melakukan perubahan dan kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Nawal.

Melalui deretan terobosan ini, ia menaruh harapan besar agar indeks literasi dan minat baca warga Jawa Tengah terus melesat secara signifikan, sekaligus menjadikan aktivitas membaca sebagai gaya hidup sehari-hari.

Menyambung visi tersebut, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, menjelaskan bahwa Festival Literasi ini hadir untuk memompa minat baca, tulis, dan nalar kritis warga. Pihaknya sengaja merancang acara ini untuk memperkuat kolaborasi dan ekosistem literasi lintas sektor di daerah.

Festival ini merangkul partisipasi aktif dari berbagai elemen, mulai dari anak usia dini, pelajar, santri, penyandang disabilitas, pegiat literasi, seniman, hingga instansi pemerintah. Sejumlah institusi besar seperti Bank Indonesia, Bank Jateng, jajaran penerbit nasional, dan komunitas literasi kampus juga turun tangan memeriahkan acara.

Panitia menyuguhkan beragam agenda menarik yang sukses menyedot animo pengunjung. Beberapa program unggulan meliputi bedah buku bersama penulis novel ternama Tere Liye, lokakarya penguatan literasi bersama Bunda Literasi Jateng, pentas monolog, hingga seminar khusus santri.

Untuk menambah semarak suasana, panitia turut menggelar aneka kompetisi unjuk bakat bagi pelajar. Pengunjung bisa menyaksikan keseruan lomba band akustik tingkat SMA/SMK, debat mahasiswa, pentas ekspresi budaya, lomba mewarnai, sesi mendongeng bersama Kak Kempo, hingga kompetisi drum band anak usia TK.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA