NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Tengah untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan baru agar mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran program Gekrafs Peduli yang digelar oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Tengah di Ibis Styles Hotel Semarang pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Luthfi, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk berkembang karena dapat dijalankan oleh berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya memberikan manfaat secara pribadi, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Ekonomi kreatif ini bisa berkembang untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi bukan hanya milik anak muda saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan investasi, sehingga perkembangan ekonomi kreatif perlu diperkuat agar mampu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, kondisi geopolitik global yang berdampak pada perekonomian, sektor usaha, hingga dunia perbankan juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif dituntut untuk terus beradaptasi dan menciptakan ide-ide baru.
“Kreativitas anak muda harus terus ditonjolkan supaya tetap eksis dan mampu bertahan,” kata Luthfi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi langkah Gekrafs Jawa Tengah yang menghadirkan program Gekrafs Peduli. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi bagian penting dalam pengembangan dunia usaha dan ekonomi kreatif.
Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana mengatakan, program tersebut lahir dari semangat bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga memiliki nilai sosial di dalamnya.
Ia menyebut, Gekrafs Peduli direncanakan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap bulan dan tidak hanya berpusat di Kota Semarang, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Solo, Demak, hingga Kendal.
Untuk memperluas manfaat program, pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, hingga dunia usaha.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum Gekrafs Laja Lapian. Selain peluncuran program, kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim dan tausiah bersama Ustadz Muhammad Assad. (*)