Ahmad Luthfi Dorong BPD Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Akses Modal UMKM

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 16:00 13 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mengambil peran lebih agresif dalam menggerakkan roda perekonomian wilayah. Langkah utama yang Luthfi soroti adalah memberikan kemudahan akses modal bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia menyampaikan gagasan ini saat menghadiri Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Luthfi memandang BPD memegang fungsi krusial untuk menunjang pertumbuhan UMKM. Ia mencatat Jawa Tengah saat ini menaungi sekitar 4,2 juta pelaku UMKM, dan 3,2 juta di antaranya merupakan usaha mikro yang beroperasi di berbagai kabupaten dan kota.

Oleh karena itu, perbankan daerah wajib turun tangan menyalurkan modal agar para pelaku usaha kecil tidak jatuh ke dalam perangkap pinjaman online (pinjol) ilegal atau rentenir. BPD bisa mewujudkan perlindungan ini dengan menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga ringan, mengingat sektor UMKM selalu menjadi pilar penyangga ekonomi masyarakat yang paling tangguh.

Selain menyoroti perbankan, Luthfi juga meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya untuk ikut berkontribusi aktif membangun ekonomi daerah. BUMD harus berupaya menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus menstabilkan keterjangkauan harga di pasaran.

Ia mengambil contoh komoditas bawang merah asal Brebes serta cabai di beberapa wilayah yang sering mengalami kendala distribusi dan lonjakan harga tajam. Untuk meredam masalah seperti ini, pemerintah daerah, BUMD, pihak perbankan, OJK, serta Bank Indonesia (BI) harus segera bersinergi dan mengambil langkah konkret bersama.

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa upaya memperkuat ekonomi wilayah mutlak membutuhkan kolaborasi. Pemerintah jelas tidak mampu bekerja sendirian, sehingga wajib menggandeng institusi pendidikan kampus, pelaku dunia usaha, media massa, BUMD, hingga sektor perbankan.

“Seluruh potensi masyarakat harus kita rangkul untuk ikut menyelesaikan masalah di wilayah kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Ketua Umum FKDK BPDSI, Mas’ud Said, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Jateng yang telah sukses menjadi tuan rumah perhelatan tingkat nasional ini. Ia secara khusus memuji Bank Jateng yang berhasil menjadi salah satu BPD penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.

Mas’ud juga menyoroti potensi raksasa BPD dalam peta struktur perbankan nasional. Saat ini, total aset seluruh BPD menyentuh angka Rp1.100 triliun, atau mencakup sekitar 10 persen dari total keseluruhan aset perbankan di Indonesia.

Berbekal aset jumbo tersebut, Mas’ud berharap BPD terus meningkatkan kapasitas diri agar tampil lebih tangguh, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Menyambung hal tersebut, Komisaris Utama Bank Jateng, Adnas, sepakat bahwa BPD memegang peranan strategis sebagai mesin utama penggerak ekonomi. Adnas menilai, setiap BPD wajib memperkuat tata kelola perusahaan, mematangkan manajemen risiko, serta terus berinovasi dan berkolaborasi demi memastikan manfaat pembangunan yang nyata bagi masyarakat luas.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA