Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Strategi Ketahanan Energi

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jul 2026 15:52 13 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Republik Indonesia tengah merumuskan serangkaian langkah strategis untuk mengantisipasi gejolak situasi global. Fokus perumusan ini menyasar pada potensi dampak konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang sewaktu-waktu dapat mengancam ketahanan energi serta stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan hal tersebut setelah menghadiri rapat terbatas (ratas). Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung jalannya rapat penting ini di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

AHY menyebutkan bahwa perumusan kebijakan tersebut melibatkan para menteri koordinator dan menteri teknis terkait.

“Intinya baru saja kita mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan para menko dan para menteri teknis, termasuk jajaran pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan,” ujar AHY.

Menko Infrastruktur menjelaskan bahwa pemerintah terus mengevaluasi sekaligus memproyeksikan dinamika situasi internasional. Langkah proaktif ini bertujuan menyiapkan skenario mitigasi jika eskalasi perang di Timur Tengah berlarut-larut dan merusak rantai pasokan energi global.

“Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak yang tentunya mengharuskan kita untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50,” katanya.

Pemerintah tidak hanya memusatkan perhatian pada sektor energi. Presiden beserta jajaran menteri juga bekerja keras memastikan krisis global ini tidak menghambat jalannya berbagai program prioritas nasional.

“Termasuk tentunya kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan,” ujarnya.

Terkait bidang tugasnya, Menko Infrastruktur memastikan kementeriannya siap menyokong penuh seluruh agenda prioritas negara. Ia menargetkan percepatan penyediaan fasilitas fisik dan penguatan jaringan konektivitas antarwilayah.

“Kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara juga dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas,” katanya.

Selain isu geopolitik, forum ratas tersebut juga membedah kondisi ekonomi makro nasional terkini. Para pejabat secara intensif merumuskan rancangan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi dan bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi,” tutupnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA