BKKBN Jateng Minta Penyuluh KB Petakan Wilayah Prioritas Intervensi NALARMEDIA.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah meminta para penyuluh Keluarga Berencana (KB) untuk melakukan pemetaan wilayah secara lebih detail guna menentukan daerah yang membutuhkan intervensi khusus.
Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan Program Bangga Kencana dapat berjalan lebih tepat sasaran dan merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Rusman Effendi, mengatakan bahwa secara umum capaian program di tingkat provinsi menunjukkan hasil positif. Bahkan, sejumlah indikator strategis telah berjalan baik dan mampu mencatatkan prestasi hingga tingkat nasional.
Salah satu indikator utama, yakni Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total, pada 2025 tercatat sebesar 2,06 per perempuan usia subur. Angka tersebut sudah mendekati target ideal sebesar 2,1 untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang.
Meski demikian, Rusman menegaskan bahwa capaian tersebut belum merata di seluruh daerah. Masih terdapat ketimpangan antarwilayah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun kecamatan.

Karena itu, ia meminta para penyuluh KB tidak menyamaratakan pendekatan program di setiap daerah. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih spesifik.
“Tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama, sehingga perlu pemetaan detail untuk menentukan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Selain ketimpangan wilayah, keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan program ke depan. Namun demikian, BKKBN menegaskan bahwa target yang telah ditetapkan tetap harus tercapai, sehingga dibutuhkan berbagai inovasi dan terobosan di lapangan.
Di sisi lain, BKKBN juga mulai menerapkan mekanisme evaluasi baru seiring transformasi kelembagaan dari badan menjadi kementerian. Dalam sistem ini, kepala daerah nantinya akan menerima rapor kinerja secara langsung.
Perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas sekaligus mendorong kinerja program di tingkat daerah.
Dari sejumlah indikator yang ada, sebagian besar menunjukkan tren positif, seperti indeks pembangunan keluarga, partisipasi masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan ber-KB. Namun, masih terdapat satu indikator yang menjadi perhatian serius, yakni angka kelahiran pada kelompok usia remaja 15–19 tahun yang masih relatif tinggi.
Melalui pemetaan wilayah yang lebih akurat dan intervensi yang tepat, BKKBN Jateng berharap program pembangunan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. (*)
Agustina Wilujeng Ahmad Luthfi Banjir BUKIT MONGKRANG Bupati Purbalingga DPRD DPRD Kota Semarang Dugderan 2026 Dugderan Semarang 2026 Fahmi Muhammad Hanif Gubernur Ahmad Luthfi Gubernur Jateng Gubernur Jawa Tengah JATENG Jawa Tengah KAI KAI Daop 4 Semarang Komisi B Koperasi Merah Putih KUDUS Lebaran 2026 Libur Nataru MUDIK LEBARAN 2026 NALARMEDIA.COM Nataru Pati Pelantikan Pemkot Magelang Pemkot Semarang Pemprov Jateng PPPK SEKDA JATENG Semarang SEMARANG ZOO SPPG Stasiun Semarang Tawang Taj Yasin Trending UHC UIN Walisongo UMKM Viral Wakil Gubernur Jateng Wali Kota Semarang Walikota Semarang
