BNNP Jateng dan Pemkot Semarang Perkuat Gerakan ANANDA BERSINAR Lawan Narkoba

waktu baca 6 menit
Senin, 27 Jul 2026 12:46 10 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang mempertegas komitmen mereka untuk melindungi anak-anak dan generasi muda dari bahaya peredaran narkotika. Upaya kolaboratif ini mereka wujudkan melalui penguatan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Kedua instansi menyuarakan komitmen tersebut dalam acara Jalan Sehat HANI 2026 bertajuk “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar”. Acara ini berlangsung meriah di halaman Kantor BNN Provinsi Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara jalan sehat ini menggandeng berbagai elemen masyarakat. Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, kader PKK, relawan dan penggiat antinarkoba, lembaga swadaya masyarakat, jajaran Forkopimda, instansi pemerintah, hingga warga Kota Semarang turut berpartisipasi. Selain jalan santai, panitia juga menyelenggarakan senam bersama, hiburan, dan kampanye interaktif tentang hidup sehat tanpa narkoba.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., menekankan bahwa peringatan HANI harus melampaui batas seremonial tahunan belaka. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai tonggak awal membangun gerakan kolektif demi melindungi generasi penerus bangsa. Agus menilai, kita wajib menghadapi ancaman narkotika terhadap anak dan remaja sejak dini, alih-alih baru bertindak setelah mereka menjadi korban.

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya ikut terancam. Pada akhirnya, keluarga dan masa depan bangsa juga terdampak. Karena itu, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak menjadi korban,” tegas Agus Rohmat.

Semangat inilah yang menjadi fondasi utama Gerakan ANANDA BERSINAR. Konsep ini memosisikan anak sebagai subjek utama dalam upaya pencegahan narkoba, bukan sekadar objek perlindungan. Agus menjabarkan, gerakan ini lahir dari satu keyakinan penting: perang melawan narkotika harus kita mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, sekolah, lingkungan bermain, serta upaya melatih anak agar memiliki daya tangkal yang kuat.

“Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Anak harus memiliki ketahanan diri, mampu mengenali sesuatu yang berbahaya, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar, dan yang paling penting, berani berkata ‘tidak’ ketika ada orang yang menawarkan narkoba atau mengajak melakukan sesuatu yang membahayakan masa depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menyoroti kompleksitas tantangan yang generasi muda hadapi saat ini. Anak-anak masa kini tumbuh di tengah derasnya arus informasi, masifnya penggunaan media sosial, jangkauan pergaulan yang makin luas, serta munculnya berbagai bentuk ancaman baru yang terus bermutasi. Oleh sebab itu, tanggung jawab perlindungan anak tidak bisa kita bebankan sepenuhnya hanya kepada BNN dan pemerintah daerah.

Untuk mendorong keterlibatan langsung kaum muda, BNNP Jateng mengambil langkah konkret dengan mengukuhkan 10 Sobat Bersinar. Mereka merupakan perwakilan pelajar SMA dan SMK terpilih se-Kota Semarang.

“Pengukuhan Sobat Bersinar membawa pesan penting bahwa generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang harus dilindungi dari narkoba, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi subjek, teladan, dan agen perubahan di lingkungan teman sebaya,” terang Agus.

Kehadiran Sobat Bersinar memikul harapan besar sebagai representasi pelajar yang aktif menggaungkan gaya hidup sehat. Mereka juga bertugas membangun lingkungan pergaulan yang positif dan memotivasi teman-temannya agar berani menolak bujukan narkotika.

“Hari ini generasi muda tidak hanya kita ajak untuk menjauhi narkoba. Kita ingin mereka berdiri di depan dan menjadi bagian dari gerakan pencegahan. Sepuluh Sobat Bersinar yang dikukuhkan hari ini kami harapkan menjadi embrio lahirnya semakin banyak pelajar yang berani menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan pergaulannya,” ujar Agus Rohmat.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Semarang terhadap Gerakan ANANDA BERSINAR. Ia sangat mendukung segala inisiatif pencegahan narkoba yang berfokus pada kelompok anak dan remaja. Agustina mengingatkan, percepatan pembangunan Kota Semarang wajib berjalan selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini bisa tercapai jika anak-anak tumbuh sehat, mendapat pendidikan mumpuni, dan bebas dari jerat narkoba.

“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah,” ujar Agustina.

Agustina turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pengukuhan 10 Sobat Bersinar. Menurutnya, pemerintah harus terus menyediakan ruang berekspresi bagi anak muda agar mereka berani mengambil peran nyata dalam gerakan antinarkoba. Pesan positif yang tersampaikan dari sesama generasi muda (kawan sebaya) terbukti memiliki kekuatan lebih besar dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat.

“Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan berani mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.

Sebagai pemimpin daerah, Agustina menyoroti tingkat urgensi perlindungan generasi muda, mengingat kelompok usia ini menempati posisi yang sangat rentan terhadap godaan narkotika. Situasi ini menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Terlebih lagi, kesuksesan Indonesia dalam mengoptimalkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas para pemudanya hari ini.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing. Narkoba dapat merampas seluruh potensi itu. Maka, ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.

Strategi BNN yang menitikberatkan pencegahan sejak usia dini ini berjalan sangat selaras dengan filosofi War on Drugs for Humanity. Melalui semboyan “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar”, BNNP Jawa Tengah ingin membuktikan bahwa perubahan besar selalu berakar dari langkah sederhana. Langkah tersebut mencakup keberanian anak menolak narkoba, kasih sayang orang tua dan pendidik, serta kehadiran lingkungan sosial yang peduli.

Semangat kebersamaan inilah yang tergambar jelas dalam Jalan Sehat HANI 2026. BNNP Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang berharap ANANDA BERSINAR tidak berhenti sebagai sebatas slogan seremonial, melainkan menjelma menjadi gerakan nyata di setiap ruang keluarga, kelas-kelas sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Pengukuhan 10 Sobat Bersinar merupakan salah satu strategi taktis untuk mendekatkan semangat antinarkoba kepada dunia remaja. Ke depan, mereka akan berperan sebagai teladan sekaligus pendidik sebaya (peer educator) yang sanggup mengomunikasikan pesan-pesan bahaya narkoba melalui pendekatan yang lebih relevan dan tidak menggurui.

Melalui sinergi solid antara BNNP Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, keluarga, institusi pendidikan, dan kaum muda itu sendiri, HANI 2026 diharapkan mampu menjadi batu loncatan untuk memperluas jangkauan pencegahan narkoba secara nasional. Menjaga anak-anak saat ini sama artinya dengan mengamankan masa depan Indonesia. Berawal dari Semarang, satu langkah berani melawan narkoba akan menjadi lompatan besar mewujudkan Generasi Bersinar menuju Indonesia Emas 2045.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA