Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen buka acara Belajar Bersama Museum di Museum Ranggawarsito.NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak generasi muda untuk menyelami rekam jejak sejarah dan kekayaan budaya Nusantara melalui museum.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi memandang museum sebatas ruang sunyi pelindung artefak kuno. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa museum menyimpan khazanah pengetahuan vital yang mendasari pembentukan karakter, kebudayaan, hingga peradaban bangsa.
“Jangan anggap museum ini ruang yang sunyi, ruang yang menyimpan benda-benda kuno saja. Akan tetapi dari kesunyian itu memiliki nilai yang luar biasa,” ujar Taj Yasin saat membuka acara Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026).
Taj Yasin menggarisbawahi bahwa kebudayaan memegang peran pilar dalam membentuk identitas bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat perlu terus memupuk pemahaman sejarah dan budaya pada benak generasi penerus secara konsisten.
“Kebudayaan ini tidak hanya kita pelajari, tetapi perlu kita praktikkan, kita laksanakan. Karena kebudayaan kalau ada jeda saja, itu akan ada perubahan-perubahan. Maka kesinambungan itu harus kita tumbuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Taj Yasin menyoroti peran ganda museum sebagai pusat edukasi sekaligus laboratorium penelitian. Jajaran koleksi dan artefak bersejarah yang menghuni museum menyediakan pijakan riset yang sangat kaya untuk melacak dinamika peradaban manusia dari era ke era.
Ia membeberkan fakta bahwa gelombang akademisi dan peneliti mancanegara terus membanjiri Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Para ahli asing tersebut rela menghabiskan waktu bertahun-tahun demi membedah situs purbakala serta meriset peninggalan budaya Nusantara.
Taj Yasin menunjuk kawasan percandian dan deretan situs cagar budaya di Jawa Tengah sebagai magnet utama penelitian dunia. Temuan ilmiah dari riset-riset tersebut sukses membuka tabir rahasia kehidupan dan kejayaan peradaban masa lalu.
Atas dasar itulah, Wagub Jateng ini menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme ratusan pelajar dan mahasiswa yang memadati program edukasi museum tersebut. Ia menaruh harapan besar agar agenda kolaboratif ini mampu menyulut gairah kaum muda untuk mencintai, mendalami, dan merawat warisan budaya bangsa.
“Terima kasih kepada adik-adik khususnya yang hari ini mau hadir di museum ini untuk bersama-sama belajar,” ujarnya.
Mengakhiri arahannya, Taj Yasin bercita-cita mengubah citra museum menjadi ruang edukasi publik yang interaktif dan dinamis. Langkah ini bertujuan menghubungkan generasi muda secara langsung dengan wawasan sejarah, kebudayaan, dan peradaban luhur Nusantara.