Buka Skrining Kanker Payudara Gratis, Wali Kota Agustina Sasar Perempuan Rentan Semarang

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 02:33 15 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar program deteksi dini kanker payudara gratis bagi kaum perempuan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, membuka langsung layanan kesehatan ini di Hall dan Aula Balai Kota Semarang pada Selasa (11/8/2026). Pemkot mengadakan kegiatan ini selama tiga hari berturut-turut, mulai 10 hingga 12 Agustus 2026, guna memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Pada kesempatan berharga tersebut, Agustina berkeliling meninjau langsung jalannya berbagai layanan medis. Petugas kesehatan tidak hanya melayani skrining kanker payudara, tetapi juga deteksi dini kanker leher rahim, skrining Tuberkulosis (TB) menggunakan X-ray portable, pemeriksaan mata dan gigi, hingga memfasilitasi kegiatan donor darah.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa program layanan gratis ini secara khusus membidik kelompok perempuan rentan. Ia menyadari banyak perempuan dari kalangan menengah ke bawah terpaksa mengabaikan pemeriksaan medis akibat kendala biaya.

“Paling banyak kelompok rentan ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah tidak punya pendapatan,” ujar Agustina.

Warga Kelurahan Sekayu, Ana, merasakan langsung manfaat program mulia ini. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti skrining kanker setelah mendapat informasi dari jaringan komunitasnya.

“Sangat membantu, karena memang terutama untuk perempuan usia di atas 50 tahun itu penting banget pemeriksaan payudara. Selama ini belum pernah periksa karena biayanya memang besar,” ujar Ana.

Lebih jauh, Agustina mengingatkan bahwa ketiadaan proses skrining sering kali membuat pasien baru menyadari penyakitnya saat kanker sudah telanjur memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, ia secara tegas menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang untuk segera menindaklanjuti setiap temuan medis dan menjamin pengobatan pasien tetap gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Kepada Dinas Kesehatan, saya perintahkan jika ada temuan gejala dalam proses deteksi ini, saya minta ada tindak lanjut. Dan itu harus ditutup dengan UHC, supaya tidak perlu mengeluarkan pembiayaan,” kata Agustina.

Penyelenggaraan acara ini sukses terwujud berkat kolaborasi erat antara Pemkot Semarang dengan sejumlah rumah sakit dan komunitas. Institusi yang ikut terlibat mencakup RS Siloam Hospitals Semarang, RS Samsoe H, RS William Booth, RSWN, Rotary Club Semarang Tugu Muda, serta Rotary Club Semarang Kunti. Panitia membatasi kuota pemeriksaan maksimal untuk 300 orang peserta setiap harinya.

Selain menghadirkan bilik layanan kesehatan, panitia turut memeriahkan acara dengan menggelar bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM yang berkolaborasi bersama Rotary. Hiburan musik solo organ dan aksi panggung band lokal semakin menyemarakkan suasana. Sebelum meninggalkan lokasi, Agustina bahkan menyempatkan diri berbaur bersama para peserta untuk mengikuti sesi line dance panduan instruktur Rotary.

Mengakhiri kunjungannya, Agustina menaruh harapan besar agar program skrining medis ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Ia ingin memastikan lebih banyak lagi perempuan di Kota Semarang yang mendapatkan perlindungan kesehatan paripurna dari ancaman mematikan kanker payudara sejak dini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA