Genjot Program Rumah Layak Huni, Bantuan Disperkim Semarang Tembus 2.401 Unit pada 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 13:21 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mengebut penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Pada tahun 2026 ini, realisasi program bedah rumah dipastikan melesat jauh melampaui target awal berkat adanya kucuran dana tambahan dari APBD dan pemerintah pusat.

Pada mulanya, Disperkim hanya mematok target untuk membangun dan merehabilitasi 1.000 rumah layak huni dengan merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, pemerintah pusat kemudian turun tangan menyalurkan kuota tambahan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sehingga total target penanganan rumah meroket tajam menjadi 2.401 unit.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, menegaskan bahwa program RTLH selalu menempati urutan prioritas pemerintah untuk mendongkrak kualitas taraf hidup dan hunian warga. Ia mencatat realisasi program ini selalu sukses memenuhi, bahkan secara konsisten melewati target selama tiga tahun berturut-turut.

“Dalam tiga tahun terakhir kami selalu memenuhi target pembangunan rumah layak huni yang rata-rata mencapai lebih dari 1.000 unit setiap tahun. Tahun 2026 sesuai RPJMD kami menargetkan 1.000 rumah sehat melalui APBD,” ujar Murni.

Pejabat yang akrab dengan panggilan Pipie tersebut membeberkan adanya kenaikan nominal bantuan pembangunan rumah pada tahun ini. Pemerintah menaikkan alokasi dana menjadi Rp30 juta hingga Rp35 juta per unit, dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka Rp20 juta per rumah.

“Kenaikan anggaran ini dilakukan karena harga material bangunan terus meningkat sehingga biaya pembangunan juga ikut menyesuaikan,” katanya.

Memasuki semester pertama tahun 2026, Disperkim telah memproses kurang lebih 600 usulan pembangunan dan perbaikan rumah. Dari total usulan tersebut, petugas sudah merampungkan pengerjaan fisik untuk 105 rumah, sedangkan ratusan unit sisanya masih dalam tahap pengiriman material bangunan.

“Mudah-mudahan seluruh pekerjaan yang sedang berjalan dapat diselesaikan paling lambat September mendatang,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rumah Umum, Rumah Swadaya, dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Wiknya, mengungkapkan bahwa Pemkot Semarang masih mendata keberadaan 2.445 unit RTLH. Ia memprediksi angka ini masih sangat berpotensi membengkak mengingat tim lapangan terus memperbarui data sesuai kondisi terkini masyarakat.

“Saat ini masih ada 2.445 rumah tidak layak huni. Angka itu kemungkinan bertambah karena pendataan di lapangan masih berjalan sesuai kondisi terbaru,” ujarnya.

Wiknya merinci alokasi dari target 1.000 unit yang menyerap pendanaan APBD tahun ini. Pemerintah akan merehabilitasi 756 rumah, lalu mengalokasikan 44 unit lainnya untuk membangun rumah baru. Sasaran pembangunan rumah baru ini adalah warga yang sudah memiliki lahan pribadi namun belum mengantongi dana yang cukup untuk mendirikan hunian.

“Tahun ini sekitar 756 rumah direhabilitasi, sedangkan pembangunan rumah baru sebanyak 44 unit. Untuk rumah baru, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp40 juta per unit,” katanya.

Selain itu, Disperkim terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah lewat program “Tuku Lemah Oleh Omah”. Program inovatif ini sukses membantu sejumlah penghuni rumah susun sewa (rusunawa) untuk beranjak memiliki rumah permanen secara mandiri.

“Tahun lalu ada 21 penghuni rusunawa yang berhasil memiliki rumah melalui program provinsi. Sebagian mendapatkan rumah di wilayah Mranggen karena lokasi program disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelas Wiknya.

Disperkim juga tidak hanya mengandalkan mesin APBD dan sokongan provinsi, melainkan turut menggandeng para pengembang properti. Kerja sama solid ini berfokus pada penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) guna mempercepat ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Strategi Disperkim yang rajin menyetorkan usulan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akhirnya juga membuahkan hasil manis. Melalui jalur program BSPS tersebut, Kota Semarang resmi menerima alokasi bantuan fantastis mencapai 1.401 unit rumah pada tahun ini.

“Dengan tambahan 1.401 unit dari program BSPS, jumlah rumah yang ditangani tahun ini dipastikan melampaui target awal 1.000 unit. Kami berharap semakin banyak warga yang bisa menempati rumah yang sehat, aman, dan layak huni,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA