Pemprov Jateng Dinilai Serius Garap Ekosistem Wisata Ramah Muslim Inklusif

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 02:47 18 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendapat apresiasi positif atas komitmen kuat mereka. Pemerintah daerah dinilai sangat serius memperkuat dan membangun ekosistem wisata ramah muslim yang inklusif di wilayahnya.

Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi, menyampaikan penilaian membanggakan tersebut saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Rabu (12/8/2026).

Sumariadi sangat mengapresiasi langkah nyata Pemprov Jawa Tengah yang bersiap mendorong penguatan ekosistem halal secara komprehensif. Ia melihat Jawa Tengah menyimpan daya tarik pariwisata yang luar biasa besar bagi pelancong domestik maupun mancanegara, terutama untuk menggaet segmen wisatawan muslim yang porsinya sangat signifikan.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar wisatawan muslim merasa nyaman dan tenang saat berwisata,” kata dia.

Sumariadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan pengelola wisata wajib menyediakan kebutuhan dasar pelancong muslim dengan baik. Hal ini mencakup ketersediaan makanan halal, fasilitas sarana ibadah yang memadai, hingga perancangan destinasi bernuansa islami. Ia meyakini pemenuhan fasilitas tersebut pasti akan mendongkrak kepuasan wisatawan secara drastis.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kunci utama kesuksesan pengembangan sektor pariwisata ini sangat bergantung pada komitmen dan kebijakan para pemimpin daerah. Merespons visi Jawa Tengah dalam menargetkan penguatan ekosistem halal pada tahun 2027 mendatang, Sumariadi menyarankan pemerintah agar memaksimalkan sisa waktu tujuh bulan ini untuk menggencarkan sosialisasi internal sekaligus mengebut persiapan infrastruktur pendukung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan pihaknya terus memacu pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Ia aktif mendorong integrasi antara ekosistem wisata ramah muslim dengan pilar ekonomi syariah dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Taj Yasin memandang langkah kolaboratif ini sebagai strategi andalan Jawa Tengah untuk menangkap besarnya peluang ekonomi berbasis syariah.

Meski demikian, Taj Yasin menyadari bahwa pemerintah tidak bisa mengeksekusi program besar ini sendirian. Pihaknya membutuhkan kolaborasi solid dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia (BI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pelaku bisnis, asosiasi perhotelan dan restoran, kalangan akademisi, hingga jaringan pondok pesantren. Ia menyebut sinergi ini akan berfokus pada penguatan rantai pasok industri halal dari sektor hulu hingga ke hilir.

Taj Yasin meyakini penguatan ekosistem ini bakal memercikkan dampak ekonomi yang jauh lebih merata. Roda perekonomian tidak hanya berputar di area wisata, tetapi juga mengangkat pamor pelaku UMKM dan menggerakkan sektor perdagangan lokal. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong para pelaku usaha di daerah agar aktif mempromosikan produk halal mereka lewat berbagai kanal, termasuk di gerai-gerai sentra wisata dan titik singgah perjalanan antarkota.

Sebagai langkah konkret tambahan, Pemprov Jawa Tengah juga tengah merintis pembentukan kawasan industri halal di wilayah Kabupaten Rembang. Taj Yasin menaruh harapan besar agar kawasan terpadu ini kelak mampu mendongkrak kesadaran masyarakat luas, sekaligus mempererat pertalian antara industri produk halal dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata daerah.

“Kalau sudah ada kawasan industri halalnya, paling tidak masyarakat semakin aware (sadar) terhadap halal, termasuk halal tourism (pariwisata),” ujarnya.

Selain industri manufaktur, pemerintah provinsi juga mengarahkan standar wisata ramah muslim ini ke sektor perhotelan. Pemprov secara khusus menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar lebih peka merespons kebutuhan tamu muslim, termasuk menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan ibadah. Taj Yasin menegaskan bahwa kualitas pelayanan hotel sangat menentukan tingkat daya saing destinasi wisata di Jawa Tengah.

Sebagai penutup, Taj Yasin menceritakan pengalaman menariknya saat berinteraksi dengan rombongan pelancong asal Malaysia di dalam sebuah penerbangan menuju Jawa Tengah. Para wisatawan negeri jiran tersebut mengaku sangat tertarik menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi liburan andalan karena mereka merasa sangat mudah mencari fasilitas ibadah yang nyaman serta deretan kuliner bersertifikat halal di wilayah ini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA