Hadapi Ancaman El Nino, Pemkot Semarang Gencarkan Patroli dan Simulasi Kebakaran di TPA Jatibarang

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Jul 2026 13:10 45 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang. Pemkot mengambil langkah proaktif ini untuk menghadapi ancaman dampak El Nino atau cuaca panas ekstrem selama musim kemarau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, hadir langsung memimpin apel sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan apel dan simulasi penanganan kebakaran ini berlangsung di halaman kantor UPT TPA Jatibarang, kawasan Bambankerep, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, pada Kamis (9/7/2026).

Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Semarang turut mengikuti agenda kesiapsiagaan ini. Barisan peserta apel juga melibatkan personel gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga kelompok relawan kemanusiaan.

Handi Priyanto menjelaskan bahwa pemerintah menggelar apel ini untuk merespons dan mengantisipasi potensi bencana kebakaran di kawasan TPA Jatibarang. Ia merujuk pada prediksi ahli yang menyebutkan bahwa musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih panjang dan jauh lebih kering, sehingga memicu risiko kekeringan dan kebakaran yang sangat tinggi.

“Untuk menjaga area TPA agar aman dan terhindar dari kejadian kebakaran di tengah dampak Elnino, yaitu dengan pengetatan keluar masuk ke lokasi sesuai SOP, dan langkah antisisipasi lainnya diantaranya melakukan patroli rutin pemantauan titik api, pendinginan area TPA Jatibarang secara berkala di zona yang mengalami peningkatan suhu, dan memberikan edukasi warga sekitar menjaga lingkungan dan melarang pembakaran sampah yang bisa memicu kebakaran,” katanya.

“Tak kalah penting memperkuat koordinasi lintas sektor tim teknis pelaksana harian, dalam merespon cepat setiap ada laporan kejadian. Dan menggelar patroli bersama pemangku wilayah, melibatkan camat dan lurah tidak hanya di area TPA tapi juga mencakup lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Sekda berharap seluruh pihak mau bekerja sama menjaga area area pembuangan tersebut agar operasional pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.

“Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan karena jika api sudah membesar ditambah kandungan gas metana ini baru ditangani akan semakin sulit dilakukan pemadaman. Untuk itu, SOP diperketat termasuk petugas dan pemulung untuk tidak merokok saat beraktivitas di dalam area TPA,” jelasnya.

Handi menambahkan, kegiatan apel dan simulasi ini sekaligus menguji tingkat kesiapan personel, kualitas peralatan, serta ketersediaan sarana pendukung untuk mencegah bencana. Pemkot juga secara resmi membentuk tim satuan tugas (satgas) gabungan penanganan kebakaran di lokasi tersebut.

“Kepala OPD ditunjuk sebagai Satgas di tim gabungan dan setiap OPD nantinya mengerahkan personil masing -masing yang akan standbay di lokasi maupun on call. Kalau untuk jumlah personilnya tidak ditentukan berapa, tapi diturunkan sesuai kebutuhan yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, memastikan timnya akan melakukan pendinginan rutin setiap sepekan sekali. Pasukannya akan menyasar zona-zona rawan yang berpotensi memunculkan titik api di kawasan TPA.

“Ini prioritas kami yang ditugaskan memadamkan api di lokasi TPA untuk menjaga setiap saat, maupun patroli dan lakukan pendinginan jika mulai adanya peningkatan suhu panas agar tidak terjadi titik api,” katanya.

“Lokasi rawan kebakaran disebabkan ilalang kering, pembakaran sampah kecil dan puntung rokok yang dibuang belum dimatikan bisa memicu kebakaran,” ujarnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA